Tips Atasi Rasa Mual di Pagi Hari ketika Puasa
Apakah anda merasa lambung dan perut anda tidak bersahabat pada pagi hari ketika puasa? Anda mungkin merasa biasa saja ketika makan sahur dan setelah sholat shubuh, tidur kembali adalah pilihan kebanyakan anda setelah sholat shubuh.
Ketika bangun dan bersiap untuk aktivitas kerja, apakah anda merasakan segar bugar? Sebagian besar anda pasti menjawab tidak. Itu wajar, apalagi di awal-awal ramadhan di mana hormon tubuh tengah beradaptasi dengan perilaku makan yang baru.
Namun jika hal tersebut tidak segera hilang dalam 3 hari pertama, atau selama ramadhan anda tersiksa dengan rasa mual, nek, ingin muntah dan bermacam ketidak-nyamanan akibat lambung, anda perlu merubah cara dan menu sahur. Setidaknya itu yang saya alami, jika anda tidak merasa memiliki pengalaman yang sama, anda tidak harus membaca tulisan ini sampai selesai.
Cukup segelas teh tubruk pahit diakhir menu sahur, demikian nasihat seorang sahabat saya via telepon, suatu siang tatkala saya tengah berharap kepayahan sakit saat itu menjadi penghapus banyak kesalahan saya.
“Silahkan berbuka dengan menu yang manis, tapi tutup menu sahur dengan segelas teh tubruk tanpa gula” Lanjutnya.
Pagi hari pertama saya coba tipsnya, saya hampir bisa melompat dengan bugar ketika bidadari kecil membangunkan saya karena minta diantar ke sekolah TK.
Rasanya pahit mirip jamu ketika saya menyeruput teh tubruk favorit saya meski tanpa gula. Weks.. hampi menyembur keluar lagi jika saja tidak mengingat ketidaknyamannya lambung kelak paginya.
Akhirnya saya hampir bisa menyimpulkan bahwa rasa mual di perut pada pagi hari karena asam lambung yg terlalu banyak keluar ketika perut mencerna makanan menyisakan gas yang berlebih. Aktivitas tidur dalam kondisi kenyang menyebabkan kinerja lambung menjadi maksimal. Lalu bangun kembali ketika lambung masih bekerja menyebabkan ketidak-seimbangan.
Apa hubungannya dengan teh pahit di akhir menu sahur? Kemungkinan besar kandungan teh berhasil menetralisir asam dan mengikat gas dalam lambung. Setidaknya demikian. Masuk akal kan? Apapun, yang penting kini saya bisa berpagi dalam kondisi shaum yang bugar.
Anda punya tips lain? Saya akan senang menyimaknya.
source: masbadar’s experience
picture: http://healthguide.howstuffworks.com/stomach-picture.htm

September 5th, 2009 at 9:10 pm
Thanks tips nya…
September 7th, 2009 at 9:42 pm
Tips yang patut dicoba mas
Insya Allah berguna bagi kita semua sebagai langkah awal pencegahan mengatasi rasa mual..
*Recommended Tips*
September 14th, 2009 at 1:53 pm
wew, sederhana tapi kayaknya mantap tuh mas tips-nya. Matur nuwun
July 25th, 2010 at 6:28 pm
Tubuhku kaget kali ya??? jarang bangun dan mandi pagi(*kebiasaan waktu kuliah*)…krn tuntutn profesi,,skg trpaksa hrs bangun n mandi pagi..perut mual dan pngen muntah,,pdhal br nginjek kamar mandi…hrs berlama” bermual ria…..Boleh jg tuh dicoba tipsnya.Mkch..
August 16th, 2010 at 9:52 am
Terima kasih artikelnya, saya mengalami hal yang sama mau coba nich… mudah-mudahan bisa mengatasi maslah saya..amin
August 16th, 2010 at 1:47 pm
Kondisi ini selalu saya alami baik saat Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Tidak hanya mual, namun juga muntah saat sikat gigi. Bahkan bau2an, baik parfum, sabun, pelembut atau bau2an lain spt asap kendaraan dan rokok (pokoknya semua bau2an), bikin saya tambah mual.
Saya akan coba tipsnya. Doa’in sukses yaaa
July 21st, 2011 at 10:53 am
[...] Tips Atas Rasa Mual & Muntah di pagi hari saat Puasa [...]
August 10th, 2011 at 8:44 am
makasih sarannya,insyaAllah akan saya coba,saya mengalami hal ini bahkan ketika tidak puasa..:)
December 17th, 2011 at 1:10 pm
kirain saya doang yg eneg eneg dan muntah minimal 2 kali sehari di pagi hari ternyata banyak juga kasusnya,ok saya akan coba makasih ya infonya…
Yuli on 16 Agustus 2010 – 13:47
idak hanya mual, namun juga muntah saat sikat gigi. Bahkan bau2an, baik parfum, sabun, pelembut atau bau2an lain spt asap kendaraan dan rokok (pokoknya semua bau2an),
wis ngeri banget kl kaya gitu…