Tinju; olah raga yang tidak menghargai wajah manusia, patut dijauhi!
Larang dan hentikan segala macam yang berkaitan dengan tinju, olah raga tinju dan sebagainya!
mas, sabar mas, sampeyan mau nulis apa toh? pake nglarang acara olah raga tinju segala?
lho, terserah saya, ini blog saya, saya mo beropini apa saja, ini hak asasi saya!
ok, soal tinju, kenapa sampeyan bikin opini aneh begini? Gak populer, aneh dan berbahaya! Sampeyan bisa di cekal komisi tinju, bisa dianggap penghambat kemajuan olahraga indonesia lho!
Sekali lagi, ini opini, orang bebas beropini! Asalkan membangun..
Opini anda ini membangun macam apa? Lha wong sesuatu yang sah terus dikritisi dengan cara aneh kok dibilang membangun? Membangun dari mana?

Terserah situ mau bilang apa, opini basi kek, opini tidak populer kek, tidak membangun, aneh.. terserah. Pokoknya saya ingin mengatakan bahwa olah raga tinju dan semacamnya adalah bentuk barbarisme manusia! Pengabsahan terhadap watak binatang manusia yaitu kemarahan. Dan juga sebuah bentuk penghinaan terhadap ciptaan tuhan. Tinju itu adalah olahraga memukul wajah, sementara kita tahu, wajah manusia adalah lukisan Tuhan, lukisan yang tiada tara indahnya. Sungguh, tinju adalah bentuk dari kontra-penghargaan terhadap kemanusiaan.
tapi kan dalam tinju ada aturan-aturan dan semacamnya. Lalu tidak semua orang boleh bertinju, hanya atlit!
Ah, itu hanya aturan yang dibuat-buat untuk meligitimasi tinju. Pada dasarnya atlit nya sendiri gak suka saling tonjok begitu selain tendensi ekonomi. Bukan olah raga tinju sesungguhnya yang menarik, tapi perjudianlah yang membuatnya bertahan hingga kini dan disukai banyak orang. Mengadu domba, ayam bahkan manusia semacam gladiator adalah bukti warisan sisa-sisa kebuasan manusia. Dan semua itu tidak terlepas dari unsur judi. Siapa yang tidak tahu Las Vegas? Mungkin sama dengan Coloseum yang menghidupi kota Roma tempo dulu.
mas, soal judi, balap mobil juga bisa dijudikan bahkan balap mobil merupakan olahraga yang paling membahayakan manusia!
Balap mobil lebih kepada unsur nyali, keberanian dan berkaitan dengan penguasaan alat/ kendaraan, lalu tidak ada unsur tak menghargai kemanusiaan.
lho!, nyawa, nyawa juga ciptaan tuhan, lebih penting dari wajah lho mas!
soal nyawa, berapa banyak orang mempertaruhkan nyawa dalam pekerjaan nya yang mulia, prajurit juga mempertaruhkan nyawanya di medan tempur membela negaranya!
sampeyan mau mengatakan olah raga tinju sebuah pekerjaan yang tidak mulia? yang hina? gitu?
Tidak! saya hanya mengopinikan setidaknya jauhi tinju, olahraga itu dan semacamnya, bukankah KDRT juga tidak jauh dari urusan gampar-menggampar dan tinju-meninju wajah?
Katakan itu pada chris john mas, katakan itu pada mereka yang telah mengharumkan nama bangsa ini di kancah olahraga internasional!
Halah, kancah judi internasional! Bicara masalah atlit, mungkin atlit tinju paling mengenaskan dalam setiap sejarah akhir masa kejayaan mereka! Udahlah bonyok mukanya, tidak dapat penghargaan macam pensiuan pula! Sory, maaf mas Chris, mas Elias dan semua petinju, tidak ada sedikitpun pelecehan terhadap atlit semacam anda semua! Saya malah lebih berharap orang-orang kayak anda ini terjun sebagai prajurit, sebagai tentara, sehingga tidak ada lagi yang berani petantang -petenteng menyeberang di garis Ambalat sana!
Dalam kerangka negara yang menjunjung democrazy, beropini adalah sah-sah saja. Apapun itu, opini wajib dihargai. Kecuali jika opini yang tidak benar!
ok..ok.. maksud mas dengan memposting opini ini apa? Sekedar curhat atau gak ada bahan posting?! Atau cari-cari sensasi? Hati -hati lho mas, sampeyan bisa berurusan dengan banyak orang jika ngawur dalam posting.. hati-hati lho mas! Saya ndak ikut-ikutan!
Ndak ikut-ikutan gimana? Situ juga bagian dari pikiran masbadar, kita sama-sama bagian dari sebuah artikel masbadar yang kurang kerjaan! Situ cuma bagian paragraf yang dibuat kontradiksi dengan saya, paragraf utama!
wah ya..ya.. lupa saya..waduh cilaka nih.. jadi kesimpulannya?
Anggap saja ini paradigma baru, bekal kelak dalam menentukan olahraga, hiburan, entertainment dan semacamnya yang jauh lebih manusiawi, wajah adalah bagian dari manusia, tanpa wajah, hilanglah identitas, setiap identitas mewakili empunya! Merendahkan identitas sama dengan merendahkan si empunya! Saya mengopinikan dan menyerukan, mari kurangi menonton dan memperhatikan tinju, sarankan atlit ganti profesi, bagi tentara kita yang tengah panas di medan Ambalat, jangan bidikkan laras ke wajah musuh! Bidiklah jantung mereka! Bagi anda-anda yang suka terjerumus dalam KDRT, jauhi memukul wajah, jika memang salah dan parah, pukul aja kaki, dengan memukul kaki, anda akan melakukan gerakan merunduk, dengan merunduk itu akan mengurangi kemarahan! Para pembuat sinetron juga jangan jadi pemberi contoh! Kurangi muatan adegan gampar-menggampar, kurangi juga juga dialog tidak mendidik: gua gampar loh, gua tonjok luh! Satu lagi, polisi, ya, kurangilah memukul wajah sebagai bagian dari interogasi, terakhir: para laskar! Mereka yang mengaku laskar-laskar Islam, juga kadang main gampar! Gak tahu hadits ya?!
Mari kita jadi lebih manusiawi!
fiuh.. syukurlah jika itu intinya..
———-
gambar dari: adsoftheworld.com

July 3rd, 2009 at 2:18 am
emang u sapa.??. tuhan!!
July 3rd, 2009 at 11:44 am
@anonim; bukan, saya bukan tuhan. Saya blogger. Blogger yang peduli dengan bangsa ini, paling tidak lewat opini ini. Lantas anda siapa? nama gak ada, email pun tiada? Takut diskusi ya..?
May 16th, 2010 at 2:20 pm
hm…
ada yang mau debat ya???
ya namanya uga olahraga…
pasti setiap olahraga ada resikonya…
klo gk mau ada resikonya ya mending tidur ajja