Tata cahaya adegan pada proses produksi sebuah film / sinema
Dalam proses produksi sebuah film, sebuah adegan dapat dishot dalam studio atau pada sebuah lokasi (on-location), yang berarti bahwa film dishot di sebuah tempat yang tidak memiliki konstruksi khusus untuk film.
Dua jenis sumber pencahayaan digunakan pada syuting interior, baik itu dalam studio atau pada on-location. Incandescent lamps, yang memiliki daya sekitar beberapa watts hingga 10.000 watt dan menyerupai bola lampu rumah pada umumnya, digunakan dalam proses pemfilman.
Tulisan sebelumnya:
Arc lamps adalah lampu yang lebih kuat dari Incandescent lamps, menyinari lebih luas dan menyorotkan langsung cahayanya. Lampu-lampu ini digunakan ketika kru harus memberikan pencahayaan kepada area yang luas atau ketika adegan membutuhkan pencahayaan yang terang.
Kebanyakan lokasi syuting berada di luar ruangan (studio alam), di mana cuaca yang tak tidak bisa diprakirakan membuat pencahayaan mengalami kesulitan.
Meski pada siang hari, kru film tetap menggunakan cahaya dan reflektor (cermin pemantul untuk menguatkan cahaya) untuk memperkuat terangnya pencahayaan pada adegan atau untuk menerangi area gelap atau untuk menciptakan bayangan.
Ketika kondisi syuting di studio alam terlalu terang, kru film menggunakan alat seperti butterflies, bahan lebar dari sutra atau bahan yang bersifat memendarkan cahaya, untuk mengurangi terangnya cahaya matahari atau untukmenciptakan bayangan.
Kadangkala seorang sutradara memilih menggunakan day-for-night shooting, dimana sebuah adegan di-syut pada waktu siang tetapi dibuat seolah-olah terjadi pada waktu malam hari.
Untuk membuat effek ini, kru film harus memanipulasi banyaknya cahaya yang mengenai film. Metode mereka meliputi penempatan subjek pada tempat yang teduh, memposisikan kamera sehingga tidak men-syut ke arah langit, dan memilih jenis filter khusus untuk ditempatkan pada lensa.

Leave a Reply