31 juli, di Lahore: unit Taliban Pakistan -  the Tehreek-e-Islami Taliban Pakistan (TIP) – telah dilaporkan mengancam para pemilik toko CD, warnet-warnet dan provider tv-tv kabel agar segera menutup aktivitas bisnis mereka dan serta memperingatkan para wanita agar mengenakan hijab untuk memastikan keamanan atau wajah mereka akan disiram dengan cairan asam.  sumber ini.

Siang ini saya mendapatkan di daftar blog ngetop hari ini dalam english sebuah blog yang membahas berita buruk dan berita bagus, yang satu tentang kabar baik dari muslim kanada di toronto dan satunya tentang berita dari pakistasn; tentang peraturan menyiram cairan asam ke wajah perempuan yg tidak berhijab. Ah mengerikan. blognya di sini dan berita juga ada disini.

Perkara menutup toko-toko CD, bagi saya jika toko2 CD itu menjual barang2/ CD-cd maksiat ya tutup aja. Warnet juga jika melanggar ketentuan2 yg berlaku dari syariat juga tutup aja. Tapi, mengancam dengan merusak wajah? Heit, tunggu dulu. Dari mana aturan ini? Kalo atas nama alasan2 tertentu ya alasan gak masuk akal apa yg bisa mendasari untuk melakukan hal mengerikan itu?

Jika kabar ini benar, tentu saja sangat aneh dan bertentangan sekali dengan norma-norma islam. Tidak ada dalam syariat tentang hukuman bagi wanita yg tidak mengenakan hijab/ penutup wajah penuh. Hijab untuk wajah sendiri ada perbedaan pendapat.

Yang wajib adalah hijab bagi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, selebih adalah perbedaan pendapat. Perbedaan pendapatpun hanya masalah wajib dan keutamaan, tidak masalah sangsi dan hukuman. Dan yang jelas tidak ada kisah (yg menjadi dasar syariat) pun yang menyatakan perempuan yg tidak berhijab harus mendapatkan hukuman, apalagi hukuman yg mengerikan seperti disebut di berita tersebut.

Perlu di-cek kebenarannya. Jika ternyata salah, maka itu suatu dusta besar jika ingin dikaitkan dengan islam.

Islam mengharamkan melukai apalagi merusak wajah dan apalagi wajah perempuan..

Hadis riwayat   Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang kamu bertengkar dengan saudaranya, maka hindarilah pemukulan wajah..” Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 4728

Jadi, jika berita itu benar maka selayaknyalah pihak2 yang berkompeten dan mampu serta berkuasa agar memberi paling tidak nasihat bahwa hal itu menyimpang. Kayaknya mau kembali jaman jahiliyah. Ah lupa, bukankah mereka yg tukang membunuh perempuan adalah juga orang-orang arab sendiri?

jika berita itu bohong, maka pembuat berita dan isu itu perlu kita ajari bahwa kalo mo bikin fitnah mboknya belajar dari wilders, bikin fitnah kok ya nggak masuk akal..

Bagi kita kaum muslimin? Santai aja, buka-buka kembali buku-buku islam sejarah dan juga buku2 hadits, dan tentu saja keep ngaji always,.. mari terus belajar, jangan kedepankan emosi..