Spesial Effek telah digunakan pada film/ sinema semenjak awal munculnya film. Sutradara Perancis, Georges Méliès dianggap sebagai pendahulu yang sangat berperan pada spesial effek.

Filmya A Trip to the Moon (1902) mengkombinasikan adegan langsung dengan animasi, menunjukan kepada penonton bahwa sinema bisa menciptakan dunia, berbagai benda, dan kejadian yang sebenarnya tidak ada pada kehidupan nyata.

Tulisan pendahulu:

Tekhnologi film tiga dimensi (3D) telah dikembangkan pada awal tahun 1920-an akan tetapi tidak populer hingga tahun 1950-an ketika dinikmati beberapa waktu saja.

Meskipun film, seperti foto biasa, normalnya memberikan gambar dua dimensi, tipuan dimensi ketiga dapat diperoleh dengan memproyeksikan dua movie yang terpisah – satu untuk mata kanan, yang lain untuk mata kiri – pada layar khusus. Maka para penonton yang mengenakan kacamata tiga dimensi, mata kanan melihat satu gambar dan mata kiri melihat gambar yang lain, terbentuklah effek tiga dimensi.

Sebagian besar spesial effek yang digunakan pada film-film kontemporer diciptakan sebelum Perang Dunia II (1939-1945). Contohnya, dalam film bisu The Thief of Bagdad (1924), Douglas Fairbanks tampil melawan monster raksasa melalui sebuah tekhnik yang menyertakan pemfilman dua adegan yang berbeda, kemudian dikombinasikan dalam proses printing (pencetakan).

Separuh dari salah satu gambar negativnya di-ekspos dalam proses printing (baca: separuh dengan Fairbanks), sementara yang lain ditutupi. Lalu, yang ditutupi, gambar yang tak terskspos separuh di-ekspos pada negativ bersama monster. Hasilnya adalah gambar tunggal sempurna yang terbentuk dari dua adegan yang berbeda.

Tehknik pemisahan adegan yang sama ini menjadikan Kevin Kline berduaan bersama presiden Amerika Serikat dan kembarannya dalam Dave (1993).