Spesial Effek pada proses produksi film / sinema 2
Contoh yang lain dari kekuatan canggih dari tekhnik-tekhnik terdahulu adalah stop-motion photography (foto gambar berhenti). Film Kingkong yang pertama (1933) menggunakan tekhnik ini, dimana patung kinkong difilmkan berulang-ulang per segmen kemudian digerakan, sehingga ketika film diproyeksikan pada kecepatan normal, King Kong terlihat bergerak. Tekhnik yang sama meng-animasikan patung-patung dalam James and the Giant Peach (1996).
Setelah Perang Dunia II ada semacam kemandegan dalam pengembangan dan penggunaan spesial effek. Kemajuan teknis dalam desain dan pembuatan kamera film membuatnya lebih mudah mem-filmkan pada lokasi yang sesungguhnya, dan tren ide cerita film berarah kepada hal-hal yang relistis, hal ini menjadikan berkurangnya penggunaan tipuan/effek pada film. Kemudian pada tahun 1968 dalam film 2001: A Space Odyssey, dimana astronot tampil melayang-layang tanpa berat di ruang angkasa, hal ini mengawali ketertarikan baru pada spesial effek. Star Wars (1977) merevolusikan cara spesial effek dibuat dan membuktikan bahwa spesial effek bisa menjadi sebuah tambang emas box-office yang potensial. George lucas yang menyutradarai Star Wars, membangun sendiri studio spesial effeknya, Industrial Light & Magic yang menjadi inovator utama dan bertanggung jawab atas serangkaian tekhnik spesial affek yang innovativ.
Dalam membuat Star Wars, lucas menggunakan komputer untuk mengkontrol gerakan kamera. Dalam tekhnik yang disebut motion-control cinematography (kontrol gerak dalam pembuatan sinema) ini, kontrol komputer yang presisi (tepat), memungkinkan kamera men-syut langsung adegan dalam satu studio kemudian menggerakan pada kecepatan yang sama sebagaimana kamera menyorot sebuah model pada studio kedua yang melayani sebagai background pada adegan langsung. Kedua shoot ini dapat dikombinasikan nantinya dengan yakin bahwa gerakan-gerakan kamera akan dikenali dan akan sesusai sebelumnya. Motion-control cinematography juga memungkinkan kamera mereplikasi rangkaian yang sama dari shoot secara tepat sambil memfilmkan objek yang sama. Dengan masing-masing cara yang dibuat kamera, elemen yang berbeda-beda dapat ditambahkan. Contohnya, dalam Star Wars mesin yang berbeda menyembur dan sinar yang menyorot muncul pada kapal ruang angkasa pada proses pemfilmanyang berturut-turut. Akumulasi dari detail yang teramat sangat ini menghasilkan objek yang terlihat kompleks dan realistis.
- Jenis-jenis film / sinema
- Mereka yang bekerja di dunia film / sinema
- Mereka yang bekerja di dunia film / sinema 2
- Mereka yang bekerja di dunia film / sinema 3
- Mereka yang bekerja di dunia film / sinema 4
- Proses pembuatan film
- Aspek Teknis Pembuatan Film
- Aspek Teknis Pengoperasian Kamera pada Proses Produksi Film / sinema
- Tata cahaya adegan pada proses produksi sebuah film / sinema
- Perekaman dan Tata Suara pada Proses Produksi sebuah Film / Sinema
- Bahan dan Jenis Film yang digunakan dalam proses produksi film / sinema
- Spesial Effek pada proses produksi film / sinema
- Spesial Effek pada proses produksi film / sinema 2
- Spesial Effek pada proses produksi film / sinema 3
- Spesial Effek pada proses produksi film / sinema 4
- Proses proyeksi dan berputarnya Film pada proyektor
- Proses dan Jenis Proyeksi Layar Film
- Proses Distribusi, rating, labelisasi dan penjualan sebuah film / sinema

Leave a Reply