Pernikahan kontroversial, syekh Puji yang menikahi gadis berusia 12 tahun
Ada berita menarik di harian Jawa Pos online tentang seorang pengusaha muslim bernama syeh puji. Konon ia dikenal sebagai pembuat sensasi. Dulu ia suka membagi-bagikan kan zakat hingga milyaran rupiah, berbeda dengan taipan muslim lain yang menggelar acara pembagian zakat namun malah menebar maut dan berujung di kantor polisi, syeikh puji terbilang sukses dengan event sosialnya.
Kali ini Syeh Puji membuat sensasi baru dengan menikahi anak di bawah umur, ah sangat sensasional. Beragam komentar dan respon pembaca berita, pendengar, pemirsa dan masyarakat tentunya tentang hal tersebut.
Saya tidak ada hubungan apapun dengan orang ini, menulis dan membahas tentang sepak terjangnya hanya akan menguntungkannya saja, makin sensasional berita tentang perilakunya, makin jadi seleb-lah ia, dan pada akhirnya adalah keuntungan bisnis yang besar.
Demikian juga dengan puspo wardoyo, konon malah jika isu dan kontroversi poligami kian meredup, ia akan bersedia membayar orang untuk mendemo perilaku dan sepak terjangnya. Yah, sensasi memang sangat fenomenal menjadi iklan bisnis.
Bagi saya membagikan zakat secara terang-terangan, tentu saja sah-saja. Masalah kesan pamer dan tidak ikhlas, bukan urusan kita, itu urusan ia dan Allah tentunya. Untung para penyebar zakat tersebut tidak menuduh balik; kesan iri dan hasad para tukang komentar.
Saya sendiri bersyukur jika proses pembagian shodaqoh berjalan lancar, terkordinasi dgn aparat sehingga bisa maksimal yang imbasnya adalah menolong masyarakat dan kaum dhuafa serta meringankan beban pemerintah.
Sementara isu poligami dan menikahi wanita yg terkesan di bawah umur, (di bawah umur, maksudnya umur usia pernikahan sesuai aturan depag) itu adalah urusan yang sah-sah saja.
Poligami tentu saja sah dan baik, karena ada di al qur’an maka tentu saja baik bahkan baik sekali, telah banyak dikaji dari sisi apapun.
Menikahi wanita yang secara umur berusia 12 tahun, itupun sah-sah saja, asalkan ia telah mencapai usia baligh, mendapat haidh, serta ada persetujuan wali dan sebagainya dan sebagainya tentang persyaratan menikah sebagaimana mestinya.
Adalah wajar pemberitaan ttg hal tersebut merebak dan terjadi pro-kontra di tengah masyarakat yang lebih menyukai acara entertainmen ketimbang isu edukasi dan kekeluargaan.
Lepas dari itu semua, selalu ada peluang bagi orang-orang sukses macam Syeh Puji dan Puspo Wardoyo untuk dituai dalam kondisi masyarakat seperti ini.
sumber: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=3060

October 24th, 2008 at 8:50 am
Tapi klo cuma buat sensasi biar tenar mending ga usah…
October 24th, 2008 at 11:05 am
sensasi dan (upss…maaf) ejakulasi…
October 24th, 2008 at 2:11 pm
Tapi, tentunya kita tak harus menutup mata kalau ada hal-2 yang di luar pakem yang dilakukan oleh tokoh tersebut. Apalagi membawa-bawa gelar yang sudah lazim berhubungan dengan agama Islam. Sikap kritis saya kira perlu kalau kita melihat akhlak dan perilaku sesorang.
Jadi kita tak menjadi taklid atau takut mengucapkan kebenaran secara proporsional meskipun sesorang otu ngakunya kiai dan zakatnya gede. Termasuk dalam urusan syahwat ini, di negeri ini ada aturan negara yang menyangkut nilai etis dan moral yang harus ditegakkan.
Gimana kalau tindakan kiai tersebut hanya kedok semata sedangkan ia sebenarnya Phedopilia? Jangan terkecoh dengan kekayaannya apalagi gelarnya yang entah siapa yang memberikannya.
Jadi tegakkan kebenaran dengan kenyataan hari ini bukan dengan romantisme keagamaan masa lalu, dan kebenaran tidak memihak kecuali kepada kebenaran itus endiri. Jika tidak berani maka kita semua adalah pelanggar sunnatullah (sikap dan tindakan kita tidak sesuai dengan ruang waktu dan zamannya).
Jadi jangan takut berkomentar jika nurani anda terusik atas tindakan okunum yang mengaku “kiai” apalagi menyetujui secara halus. Gunakanlah pikrian dengan lurus dan jernih untuk menilai secara proporsional. Kasus ini bagi saya benar-2 menyangkut nilai etis dan moral dari suatu keyakinan yang disebut Islam.
Dan ini kalau memang perlu dikoreksi dan ditelaah ya harus dilakukan sebelum berkembang menjadi wabah mengerikan dimana “dunia pesantren dan perkiaian akan menjadi sekedar kedok belaka bagi gelora syahwat manusia2 fasik yang secara psikologis mungkin sakit jiwanya.
——————
masbadar: wah, wah, mudah-mudahan tim pesantren dari syeh tersebut membaca opini anda ini. Tapi ngomong2, tidakkah anda terlalu serius menanggapi tindakan pak kiai tersebut? Kalo ia sakit jiwa, manalah mungkin ia bisa memiliki sekian perusahaan yang tentunya perusahaan itu berbadan hukum dan ada akta yang tidak bisa dibikin oleh orang yang telah dinyatakan sakit jiwa. Hati-hati lho sampeyan,
October 24th, 2008 at 5:20 pm
dia mo cubain prawan lagi kalee…
October 24th, 2008 at 5:27 pm
Astaghfirulloh,smoga qt smua trhindar dari penyakit hasud dan iri.amien.
Marilah kawan” kita semua kmbali hukum Allah Swt yg telah membuat ketetapan hukum secara sempurna.Kita semua nantinya akan kembali pada-Nya,jadi apakah pantas kalau kita menelentarkan hukum2-Nya dan malah kita menganut hukum2 yg dbuat oleh makhluknya (Manusia-red).
Fenomena syekh Puji ini seharusnya tidak pantas utk djadikan isu yg kontroversial,kalau toh kita semua(Orang2 Indonesia)mampu memahami ayat2 Kitabulloh.Karena didalamnya,telah menjelaskan tentang aturan2 perkawinan yg sedikit banyak telah duraikan Masbadar diatas.Adapun maksud dan niat dari Syekh tersebut,seharusnya kita tidak usah menerka-nerka,karena akan membuat diri kita menjadi “Su’udzan”.Biarlah maksud dan niat itu menjadi urusan dia dan Alloh besuk dakherat.Dalam syareat Islam pun sudah djelaskan bahwasanya Islam menganjurkan supaya kita menghukumi sesuatu itu dilihat dari dzahirnya bukan batin (menurut syareat).Adapun urusan batin itu adalah urusan Allah SWT.Ini semua supaya kita terhindar dari “suudzan”.
Sekian komentar saya dan kurang lebihnya al’afwu minkum.
October 24th, 2008 at 7:25 pm
pernikahan muhammad-aisyah yang pada waktu itu baru berusia 7th memang membuat ulama (dan penganut) islam masa kini “kesulitan untuk mencari pembenarannya”. menurut standar modern (barat), tindakan tersebut dikategorikan sebagai pedophilia yang merupakan “kejahatan serius”. sekarang atas dasar ‘sunah nabi’, ada ‘kiai’ pedophil yang menggunakan ‘kasus aisyah’ sebagai pembenarannya. Ini tentu membuat politisi (dari partai islam) dan ulama islam menjadi “ribet”. Namun begitu hilman rosyad wakil dpr dari PKS (dengan gagah berani) membenarkan pernikahan itu atas dasar agama (islam).
Ribet memang… kalo pakai akal sehat dan nurani, kebanyakan ya nggak setuju. tapi kalo nggak setuju dan mencela tindakan tersebut ntar dibilang mencela muhammad…. kan jadi repot. Makanya sekarang politisi dan ulama islam banyak yang bungkam, enggak berani komentar… PKS sudah jelas mendukung ruu pornografi… apa sekarang juga mendukung pedophilia? amit-amit deh…:)
October 24th, 2008 at 7:40 pm
Saya setuju anda mengatakan ingin membuat sensasi, semakin dikoment semakin bangga.
lama-lama jadi blunder karena keblinger, kita lihat dahulu bagaimana Puspo Wardoyo bangga dengan Polygaminya, kendati agam menyetujui, semua isterinya diberi usaha mengelola Ayam Bakar Wong Solo.
Pelan-pelan usaha ayam bakarnya tutup satu persatu yg di surabaya, sidoarjo, entah dikota lainnya.
Kebanggaan yang menjadikan takabur ada saatnya akan terkubur.
Saya kira menjalani hidup yang wajar2 saja akan lebih berhikmat.
October 24th, 2008 at 8:08 pm
Setelah baca di Jawa Post , saya sangat terheran2, kenapa ? karena alasannya yang tak sangan masuk akal ,karena sebagai pemimpin perusahannya dimana di butukan orang yang sangat cerdas .
Dimana jalan pikiran pak kiai Puji terinspirasi dari buku yang telah dibacanya ,yang intinya menerangkan kalau kita ingin mempunyai seseorang yang andal ,dimana kita harus melatihnya belajar dari awal/muda , dan kenapa karena umur yang muda intinya daya tangkap kita pada sesuatu masih lah sangat fress .
Apakah sang ki ai pernah berpikir , apakah si istri ini yang sangat muda ini sudah siap , karena anak seumur 12th masih banyak hal yang seharusnya dia dapatkan , contohnya bersoasialisasi dengan anak sebayanya .
kalau saya ibaratkan si kiai pintar2 bodoh , kenapa karena pola pikirannya terlalu kerdil , tentu aja ada tujuan lain di balik semua yang dia lakukan .
sekian
dari saya yang terheran-heran
Soledad-bali
October 24th, 2008 at 11:46 pm
Wajar-wajar saja kok…
Kenapa mesti dipersoalkan??
Orang selingkuh kok tidak dipersoalkan???
October 25th, 2008 at 12:17 am
Tidak semua hal dari nabi … mampu kita ikuti. Kita ini manusia biasa. Nabi adalah manusia luar biasa. Kalo urusan beginian juga niru Nabi, walah… mbok ngaceng eh ngaca dulu?! Kalo Nabi, kawin berkali-kali memang “dibenarkan” oleh Allah, krn ada hal di luar kemampuan akal kita. Tapi kalo ente-ente yg kawin lebih dari satu, alasan utamanya cuman satu … “selangkangan” !!!
October 25th, 2008 at 1:41 am
Tapi MUI melarang lho doi menikahi anak 12 tahun itu…
Memang benar deh ada semacam anggapan mengenai perbedaan poligami jaman nabi dan jaman sekarang. kalo jaman nabi poligami diperuntukan untuk menolong janda yg miskin, perempuan yg teraniaya, dan dalam rangka menebar dakwah. sementara poligami jaman sekarang selama ada uang, bisa aja dipilih perempuan yang lebih muda, montok, dan cantik dibandingkan istri pertamanya…
October 25th, 2008 at 3:39 am
kelainan sex
October 25th, 2008 at 9:24 am
dalam ilmu komunikasi ada istilah bad news is good news
Mungkin semakin banyak berita miring ttg dirinya, sebaliknya malah semakin menaikkan popularitasnya
October 25th, 2008 at 9:53 am
aturan depag buat cewek, kawin usia 16 tahun bukannya ? kalo 12 tahun sih, ilegal …
October 25th, 2008 at 9:54 am
aku pengen kayak oom puji … gimana caranya ? :p
October 25th, 2008 at 11:36 am
Menikah secara resmi,…. heboh… yang sembunyi2… aja gak heboh… orang kita nih suka yg aneh….. tp… bisa jadi seperti Aa Gym lho pak kyai Puji…. dia menikahi janda aja…. semua kegiatan jadi runyam.. bahkan merugi dan yang rugi adalah karyawan2nya.. kasihan juga yang lain… coba dipikir dulu pak….. misalnya dipesan aja… anak ini baik, sholeh, cantik…. didik yang baik.. baru setelah umurnya pas bisa dikawinkan… seperti raja-raja dulu…. disiapkan… bukan asal kawin saja pak…. bagaimana ?
October 25th, 2008 at 11:44 am
tapi diya udah punya istrikan? mungkin dya punya alasan2 tertentu
October 25th, 2008 at 1:05 pm
wah..susah kalo dasr agama diterapkan tidak berdasarkan konteks saat itu (zamannya nabi)..terserah sih, gw bukan islam, dan gw gak mau membawa isu ini ke SARA, dan kalo dibawa ke konteks saat ini menurut gw, orang tua si anak egois, juga pak syeks puji juga egois, karena anak sekecil itu belum bisa memutuskan apa sih yang dia mau (mungkin juga tidak berani memberontak keinginan untuk dikawinkan karena takut ama orang tua) wong cita2 kita waktu kecil ama cita2 waktu sekarang aja banyak yang berubah kok (itu akibat belum bisa menentukan arah hidup dia, makanya perlu bimbingan orang tua dan agama).
sekarang sebagai perbandinga begini aja, misalkan anda sebagai kaum perempuan, trus ada orang kaya tiba2 datang melamar anda, padahal anda gak suka sama dia, mungkin sebagian besar wanita akan menolak (terlepas matre or gaknya sebagian wanita), anda sudah berani berkata tidak, nah coba bayangkan kalo anak kecil menghadapi kondisi yang sama, wah..dia gak bisa berbuat apa wong takut dimarahin ortu dia nanti…itu makanya ditetapkan standar minial wanita boleh menikah oleh depag, dengan asumsi dia telah dewasa dan telah mampu dengan sadar memutuskan apa yang terbaik buat hidup dia…
salam
October 25th, 2008 at 2:10 pm
Mungkin pak kiai cuma ingin dijepit sama yang masih sempit,,,
Tapi kalo cuma nyari yang sempit dan kuat jepitannya,,,
Kenapa “anu”nya pak kiai gak dijepit pake pintu,,,
Dijamin “anu”nya pak kiai terjepit-jepit,,,
October 25th, 2008 at 2:31 pm
perlu diwaspadai… siapa sebenarnya syekh puji itu..!!!!
October 25th, 2008 at 2:38 pm
Kalo berdasarkan ilmu kesehatan, wanita umur segitu itu belum matang secara seksual, apalagi kalo untuk mengandung, waduh resikonya besar sekali karena alat-alat reproduksinya juga belum sempurna. Jadi kalo pa haji punya nurani mah, ga usyah cari anak kecil lah, kasian, apalagi sekarang katanya lagi niat nyari yang umur 7 dan 10 tahun ! Astagfiraullah…gimana ya kalo anak perempuan pa haji nyang umur 7 tahun dinikahi oleh aki-aki ?
October 25th, 2008 at 3:45 pm
wah klo dipikir2,g masuk akal..apa dunia uda mulai tua ya??
October 25th, 2008 at 3:50 pm
menurut saya, lebih ke kelainan seksual daripada cari sensasi
October 25th, 2008 at 6:04 pm
eeeurrrggghh…. *esmosi* sayah liad berita itu….
sepertinya dia bangga sekali berbuat seperti itu…
itu dha melanggar Perlindungan Anak-anak….
October 25th, 2008 at 6:37 pm
Wah…wah,makin hangat jah y.Sebenarnya ini gmn seh,ada org yg sudah nikah baik2 dan sudah memenuhi syarat2 pernikahan dalam islam,tp ko dkritik truz.Mbokyoho qita2 ini sekali-kali juga mengkritik para selebritis atau mungkin para pejabat yg kumpul kebo,atau yg mgkin suka maen perempuan atau mungkin yg suka clubing.Qt brani g yah mengkritik mereka,tp yg terang2an kyak gni loh,sampe rame bget gt.
October 25th, 2008 at 7:49 pm
Salam
Gw sepakat dengan cara pandang lu, soal sensasi yang ngomong kan khalayak sapa tahu tuh kiyai ga maksud ke sana, soal niat dan hati cuma doi dan Tuhan yang tahu.
So nurut gw sah2 aja asal terpenuhi syarat dan rukun nikah,poligami juga, ga masalah, ga dosa kali, kayak gini kok diprotes perzinaan dan pelacuran tampak di depan mata kok pada mingkem.
*sigh*
October 25th, 2008 at 11:24 pm
Kita tidak bisa memvonis hanya Allah hakim yang paling adil….di dunia dan akhirat.
October 25th, 2008 at 11:25 pm
jadi tertarik juga…..78 X
October 26th, 2008 at 12:22 am
Jadi inget waktu makan di restoran ayam bakar wong solo bareng teman dulu. Waktu ditulis menu “AYAM BAKAR POLIGAMI” terbayang dibenak saya, “Wah, ini pasti 1 ekor ayam jantan plus 4 ekor ayam betina, dengan harga amat murah untuk 5 ekor ayam bakar utuh”. Nyatanya kami tertipu, tetap aja cuma dikasih 1 ekor ayam (ini jg gak jelas betina atau jantan). Mau protes jg percuma, jadilah saya termasuk korban sensasi poligami, hehehe…..
Untung saya belum pernah coba pesen menu yang itu..
———————
masbadar: ha..ha.. lucu sekali..
October 26th, 2008 at 12:50 am
Dan saya mau bilang… semoga ini memang demi kebaikan dunia dan akhirat….
October 26th, 2008 at 5:50 am
hehe…MUI mencak-mencak ya? padahal dah sesuai kan dengan hukum islam? hukum islam memang tak selamanya bisa sesuai dengan zaman…
makanya perlu ada pembaharuan…
jaman dulu juga boleh lho punya gundik (budak) banyak-banyak. macam syih puji ini kalo ada pasar budak pasti punya banyak budak…dan itu kan sah secara islam. jadi segala sesuatu jangan dilihat sah atau tidaknya dalam hukum islam klasik dong…
October 26th, 2008 at 5:51 am
kalo ngetep gimana tuh hHAHA
October 26th, 2008 at 6:30 am
masak itu sesuai dengan ajaran agama Islam sih
dalam Islam diajarkan untuk patuh pada pemimpin negara selama tidak maksiat
dan di negara kita ada uu perkawinan yang mengatur usia minimal pernikahan
ndak setuju kalau bawa2 nama Islam buat pernikahan yang melanggar UU ini
October 26th, 2008 at 7:37 am
pa bisa nafsu ya ma nak umur 12
October 26th, 2008 at 7:56 am
Kembalikan saja ke hati nurani….kembalikan ke yang namanya rasa…
mampukah..tegakah..patutkah ber”malam pertama” dengan anak umur 12 tahun ?
yang lebih muda dari anak kita sendiri…..
mungkin lebih baik dia tunangan dengan si kecil…
setelah cukup umur baru di nikahi….
saya yakin nabi pun dulu begitu…
October 26th, 2008 at 8:48 am
Dimas.
Ini negara NKRI ….. tolong aparatnya menegakkan hukum sebagai mana mestinya. Tanpa pandang bulu.
October 26th, 2008 at 1:15 pm
inilah indonesia raya. zina dibanggakan. ada orang menikah malah dicela!
October 26th, 2008 at 4:10 pm
ari aki beuki keneh kana budak bolon.selera teh meuni rendahan.tuh tingali masih banyak psk yang nganggur nunggu di kawinin.
October 26th, 2008 at 4:14 pm
Duh aki Meuni tega pisan ka budak teh.Tuh urang ge can boga kabogoh ge teu hayang kawin jeung budak bolon.Lamun hayang mah jeung domba pak na si Uki we dizamin 1000% perawan & Hot.(Mbeeek)
October 26th, 2008 at 4:17 pm
Aki ABG (Aki Beuki Gadis) Itu adalah hal yang sangat tidak Lazim sehingga saya tidak bisa berkata apa-apa Lagi Kecuali Satu Hal SUNGGUH TERLALU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
October 26th, 2008 at 4:19 pm
ari aki damang parawan teh habis ku aki hanya satu yg bisa aq katakan emang dasar
October 26th, 2008 at 6:57 pm
Menurut aku sih gak masalah. aku setuju dengan wakil dari PKS.
umpama syeh puji agak cakep gitu aku mau jadi istri ke 3 ha2…
sayang usiaku gak masuk kriteria syeh. hu2…
October 26th, 2008 at 9:19 pm
Aduh syeh…
Kenapa juga sama yg umur segitu…yang diatas 30-an juga masih banyak yg jombloh…..
lagi2,jangan mengatas namakan agama dungs…bahasanya dah mentah banget tuh…!
October 26th, 2008 at 9:47 pm
gak ada kelaian tentang itu, yang ada kelainan adalah yang suka ngeseks di luar nikah, and selingkuh, gitu aja kok repot.
October 26th, 2008 at 10:39 pm
kayaknya koq semakin banyak ya yg memicu orang tuh mengekspose sisi pribadi nabi, ada apa ini? be carefull waspada. Banyak sekali hal positif dari nabi yang masih bisa di terapkan di tengah kebobrokan umat, kenapa koq cuma yang sensasional aja sih… kapan majunya kita
October 26th, 2008 at 11:02 pm
cantik emang si ulfa, tp si puji nya juga ga kalah cakep lha..tajir pula.
secara gitu lhoo..pasangan paling ideal thn 2008 menurut majalah arab Al-Pedopilo.
http://zackycute.files.wordpress.com/2008/10/syehpuji.jpg
kasiman banget niy anak…tapi klw dia nikahnya minimal pas umur 16 tahun ya gak ada masalah gak ada yg ributin.
Buat Syekh Pujiono :
1. Klw sudah berani bilang ikut ajaran nabi, Mbok ya 100% tingkah laku dan perilaku nabi juga diikutin pak, sanggup ??? jangan setengah2 gitu…
2. Klw mau ikut nabi, kok bukan Janda aja yg dinikahin juga Syekh ? ?
3. Baca di kompas.com, kata temen SMP anda memang dari muda anda doyan perempuan, bener gak tuh…keknya bener…
4. sampe setua itu kok baru punya istri 1 yg umurnya 26 tahun…?? aneh…
5. Kok tega sih mau kawinin anak 12, 9 dan 7 tahun….kok T***t bapak doyannya yg muda2, pedo yah ? berlindung dibalik agama lagih…kambing sebelah rumah juga masih muda tuh pak ? mau gak ??
6. Katanya Anda menyeleksi si calon “Korban” eh calon istri…gak bikin reality show aja Oom trs ditayangin di Indosiar…Duh..serasa udah jadi Raja aja…ingat pak, diatas langit ada langit dibawah tanah masih ada tanah (kuburan).
7. Boss…Polisi akan bertindak, tunggu saja Boss…Anda udah melanggar UU perkawinan, UUPA, UU KDRT, & KUHP.
8. Liat liputan situ pagi ini di RCTI kesel banget ngeliatnya…keknya ente belagu banget…sepa gituh ! emang pantes jadi “syekh”
9. Pengen tanya donk pak : “yang kasih sebutan Syekh itu situ sendiri atau ulama2 yg laen ? Baca di kompas Ulama-2 di semarang gak ada yg mengakui klw situ Syekh…malah katanya pemuka agama gak akan melakukan tindakan itu…
10. **** you pedo !! Ganyang !!!
hidup di hutan harus ikut aturan hukum hutan, hidup di arab musti ikut aturan hukum arab..hidup di indonesia musti ikut aturan hukum indonesia…Indonesia tempat makan, minum, boker, punya KTP…kok gak mau ikut aturan hukum sini…
———————-
masbadar: waduh, pagi-pagi udah ada anak kaskus yang nyasar dan marah-marah di sini
October 26th, 2008 at 11:16 pm
akan lebih baik jika menikahi gadis yang cukup umur. apa yg terjadi ini mengingatkan cerita tempoe doeloe (sebelum th.60an) bhw sudah biasa nikahi gadis skitar umur 9 th. yang paling lucu stelah jadi penganten si gadis malah ikut main petak umpet dg teman sebayanya. Sang suami dg sabar menanti sampai si gadis benar2 mengerti sebagai istri.
October 26th, 2008 at 11:23 pm
Hal2 yg tidak lumrah menurut orang banyak sebaiknya tidak dilegalkan. Jangan karena punya status tertentu dalam masyarakat, lalu tindakannya dianggap benar.
October 27th, 2008 at 5:05 am
hmmm… udah “tumbuh” blom ya usia segitu ??
October 27th, 2008 at 8:39 am
Adakah hikmah dibalik akan dieksekusinya Amrozi cs dengan pernikahan (amat sangat)dini Syekh Puji karamullah wahjah? tentu saja ada.
October 27th, 2008 at 8:56 am
aku gak mau panggil dia syech puji,,,karena gak pantas jadi aku panggil aja pudji.tetanga gua punya anak 4 tahun cantik kira222 pudji mau gak ya…heeeheee anak22 di umbat ama dia.
October 27th, 2008 at 9:45 am
Anak perawannya mau, orang tuanya setuju, Syekh Puji juga siap bertanggung-jawab dunia akhirat, Syari’at Islam membolehkan, nikahnya sah menurut Hukum Allah (bukan hukum manusia).
Karena pengaruh perkembangan zaman, makanan dan minuman kaya gizi, maraknya pornografi yang seakan dilegalkan oleh Pemerintah, dll membuat tidak sedikit anak perawan sekarang bahkan di bawah 10 tahun sudah pada haidl, kelakuannya centil-centil, sudah tau apa itu sex, banyak terlibat pergaulan bebas dan sex bebas, terlibat narkoba dll, tidak sedikit anak-anak sekarang yang sudah dewasa sebelum waktunya, perawan haidl sebelum waktunya, terperosok ke lembah kemaksiatan dll.
Barangkali orang tua si perawan tsb kuatir melihat perkembangan anaknya, kuatir terlibat pada pengaruh negatif dalam pergaulan, apa salahnya untuk menghindari dosa-dosa besar sebagaimana sering dialami anak-anak remaja sekarang, orang tua perawan tsb mau menerima lamaran Syekh Puji. Daripada menanggung dosa lebih baik dikawinkan. Yang penting anaknya mau, orang tuanya setuju dan meridhai, ada 2 orang saksi, sah berdasarkan Hukum Allah (bukan hukum manusia), Syekh Puji siap bertanggung-jawab dunia akhirat, apanya yang salah?
Kenapa kok malah kita-kita yang pada ribet dan pusing sendiri? Santai saja Bro. Hehehe…..
Urusan halal dan sah kok ribet, sementara urusan haram banyak yang pada bungkem. Aya-aya wae…..
—————-
masbadar: “That’s right Brother, itu baru relevan dan signifikan..!” kata Jarwo Kuat…
October 27th, 2008 at 11:26 am
hmmmm nyang kek ginian inih……….yg bikin dirikyu jadi ikutan susye kalo ditanyain ama temen22 dari bangsa laen yg bukan org muslim!
hiksss napehh yeee……kok cuman mikir kesenengan diri sendiri!…kok ga mikir secara keseluruhan….muka islam secara satu!
capede capelah….capedonggg!!…..ke jurang aje drehh sanehh!!
October 27th, 2008 at 2:04 pm
untuk ANTO yang mudah2an seorang muslim,
kalau bukan dengan agama, dengan apa lagi kita bisa mendasarkan suatu perbuatan.. hah?!
dengan otak yang terbatas ini? yang bisa disetir kemanapun nafsu dan akal mau. apalagi kalau dengki sudah ikut berkolaborasi.
hati-hati Anto, jangan-jangan kamu ini hanya “IRI TANDA TAK MAMPU” ke syekh puji itu.
jangan-jangan lalu menyerang PKS partaiku, kamu! itu namanya pengalihan tema, broer!!
October 27th, 2008 at 3:29 pm
smoga diberi petunjuk.image islam terkesan miring,waspadaLAH!
October 27th, 2008 at 3:44 pm
Wkekekeke(ketawa).Piss smw bro.Beda cara pandang pstilah beda juga pendapat Qt.Mga smua ini membawa rahmat.Amin.Al-khilafu baina ummati rohmatun.
October 27th, 2008 at 4:45 pm
Yah, memang boleh berpoligami, jadi monggo aja, pesannya kan harus adil, kalau tidak mampu adil, justru neraka ganjarannya, jadi inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Tapi kalau suami saya yang poligami, no way lah ya, pilih dia, atau aku, gitu aja… Wanita masih punya daya untuk menentukan jalan hidupnya, sekarang kan banyak wanita yang bekerja, meski cuma jualan kue di pasar, ada ibu yang berhasil membesarkan anak-anaknya sehingga jadi sarjana sampai 4 orang.
Yang dibicarakan disini, selain poligami, tetapi juga menikah dengan gadis di bawah umur, di mana organ2 vitalnya belum siap untuk dipakai ‘kawin’. Jangan dibandingkan dengan gadis 12 tahun nya Arab, mereka memang badannya lebih besar, kalau di Indonesia kan 12 tahun masih anak-anak banget.
Selain itu, masalah usia Aisyah waktu dinikah rasullullah juga masih jadi perdebatan, karena bersumber dari seseorang yang tidak bisa dipercaya, dan diberitakan mengalami kemunduran berfikir. Yang saya tahu, info usia menikahnya Rasulullah dengan Aisah kan bukan bersumber dari Al Quran, dan juga bukan sabda Rasul.
Bukankah, selain hukum agama, kita juga memikirkan kebaikan bagi si anak, bagaimana kalau ternyata anak itu hamil, lalu badannya tidak siap untuk menanggung beban kehamilan. Usia 12 tahun kan masih usia pertumbuhan, banyak kasus di Afrika di mana anak2 usia 12 tahun ini hamil dan melahirkan, banyak dari mereka mengalami gangguan di organ vital, ada yang sampai saluran untuk buang air kecilnya bocor ke saluran melahirkan, sehingga air seninya selalu mengalir dan tidak bisa dikendalikan, untungnya anak ini lalu ditangani oleh medis.
Kalau setelah mengetahui keadaan medis seperti ini, lalu hal menikahi gadis di bawah umur masih dibenarkan, Saya cuma bisa komentar, bahwa tingkat berfikir masyarakat di Indonesia masih terbelakang.
Lagian, perawan yang usia 33, 34, 40 macam teman2 saya aja masih banyak, kok milih nikah sama yang 12 tahun,
Bahaya, perawan tua di Indonesia bisa bisa tambah banyak nih…
October 27th, 2008 at 5:12 pm
nie orang bukan kiai tapi setan…..
nyadar umur gag ci nie orang….
seharuz’a tue orang liad dong cocok di jadiin istri apa cucuk…
ngaku sebagai kiai…..
mana ada kiai kaya gitu….
mengaku sebagai umat muslim…..
muslim apa?????
muslim bajakan…
emang gw akuin islam tidak melarang poligami tapi knpa poligami itu untuk di bawah umur….
apa gag sebaik’a orang yg mengaku sebagai kiai itu di periksa jiwa’a
bukan suatu ke anehan kan kalo dy itu emg gila atau maniak sexs
dasar kiai freak mati aja u dari pada merusak nama agama….
October 27th, 2008 at 5:47 pm
Assalamu’alaikum
saudaraku sekarang makin banyak pemfitnah islam.Sebaiknya kita melakukan tafakkur,apa maksud dan hikmah dibalik semua ini.
Semua Wallahu a’lam…Aku hanya takut dan menyayangkan makin banyak muslim yang berhibbah tanpa merenungkan ke diri mereka masing-masing,manjadi pribadi pengecap(pemfonis) dan beranggapan selalu buruk.Aku hanya takut kalau timbul fitnah pada para alim ulama.Semua itu kembali pada kita.Kita renungkan dan berkhusnudzonlah.Kita tidak bisa mengecap begitu saja.Kita belum tau tujuannya.kalau tujuannya demi islam??kita tak tau semuanya.Karena kita sangatlah terbatas.Marilah ini menjadi suatu peristiwa yang semakin memantapkan kita untuk lebih menndalami islam.Pikirkanlah bagaimana membuat diri kalian sebagai muslim yang berakidah.Jauh dari kesesatan dan penyakit hati…
wollohu a’lam bissoab
October 27th, 2008 at 6:31 pm
Saya mah malu jadinya… kok ulama seperti itu.. kok bisa pake nama Syekh ?? Dari mana dapatnya? Yang kayak gini ini yang membuat umat Islam di pandang ‘ngawur’…
Begitu bangganya lagi dia itu.. coba diperhatikan deh… bagaimana sinar mata Lutfiana Ulfa yang usianya 12 tahun itu… tatapannya kosong dan hampa… kalau bahagia kan matanya berbinar dan bisa tersenyum… ini kok kayak dipaksa…
October 27th, 2008 at 7:45 pm
udahlah…..
jgn dipuji atau dicela….
smua baik buruk tergantung apa yang kita bandingkan dan keterbatasan pandangan kita….
coba kita bandingin sama pencabulan anak?? bener ga pak puji??
dan coba kalo kita bandingkan dengan kehidupan saat ini??? pasti aneh kan???
October 27th, 2008 at 8:56 pm
Pak Syekh puji kalo nurut anda benar
maka gw pesen anak bapak puji kalo dah umur 7-12 tahun
mo dikawinkan sama saya.
saya siap kok
khan bapak puji udah rasain
tapi gw gak punya modal kaya pak puji
jadi cobalah tuk berfikir apa yang terjadi jika kita yang merasakan anak kita mo dikawini ama mbha jenggot kaya pak puji?
tapi gw kuatir apa pak puji 5 sampai 10 tahun lagi masih bisa bergoyang and maaf ejakulasi padahal nanti si anak itu lagi hot and kuat kuatnya lho????????
takutnya nanti pak puji ditinggal selingkuh lho karena dah kaga’ kuat lagi maklum aki – aki gitu
October 27th, 2008 at 10:03 pm
Jangan mudah terprovokasi dgn hal ini. Jangan menyudutkan agama tertentu. Sebenarnya kita semua di provokasi oleh si burung pak Kyai Puji, karena ternyata burung pak Kyai agak minder karena ukuran nya yang super kecil, mengalahkan superman (gak nyambung ya?). Jadi dia (si burung – red) minta ke bozz nya utk carikan perempuan yg pas sama ukuran nya. Cerita nya gini: Pada suatu hari burung pak Kyai Puji ini curhat dan protes kepada si empunya, “Bozz, kalau bini bini bozz semua wanita dewasa, ane yg repot bozz. Kayak semalem itu. Ane di atas cape masuk keluar, eh malah bini bozz itu cengengesan di bawah sambil baca tabloid pula. “Makanya bozz, please cari in yg pas buat ane. Yang sepet sepet di bawah umur getooo, kayak salak amerika (emang ada sih, kata Mr. Bush). Please dong ah bozz,” imbuh si burung nya si “Kyai” nan sakit mandraguna ini.
October 28th, 2008 at 1:50 am
No coment dech..
October 28th, 2008 at 1:52 am
Itu yang eror “burung”nya sana atau otak saya ya…wah sukses dia buat sensasi plus terkenal…umur 43 thun…ckckck, oohh, iya, the 2nd puber kali ya…!!!!
hah, “burung”-”burung”, selalu saja bisa mengalahkan akal sehat…atau saya yang terlalu manusiawi ya sehingga tidak biasa mentolelir perilaku kebinatangan…mungkin saya sudah ketinggalan jaman…karena sekarang jamannya ternyata berputar lagi, kembali lagi ke awal…yang muda main seks bebas, yang tua pada poligami, selingkuh, atau cari istri baru (usia mah no sekian, yang penting gua senang. hahahaha)…dunia memang lucu…dunia hari ini adalah dunia politik tai kucing, dunia manipulasi media dan berita, dan dunia “burung2″ yang semakin bebas beterbangan…
spiritualitas mcam apa itu??!!
October 28th, 2008 at 7:41 am
Semoga saja Niat dan hatinya sebaik Nabi Muhammad, walaupun mentauladani Sunnah Nabi Muhammad kalau sepotong sepotong sama saja Munafik…semua tergantung niat yang ada dihatinya Wallahualam.
October 28th, 2008 at 7:56 am
syekh2,,,,
yang gedhe aja lbih enak,,,ngapain milih yang kecil2….
gak krasa taw
maw dikarbit ya,,,,,,biar guedeeeeeeeee…..
October 28th, 2008 at 8:03 am
NO COMMENT,,,,tp pgn
apa kata duniaaa……………..
MANTAP kali
October 28th, 2008 at 8:51 am
wah, ternyata banyak banget yah yang suka berita ini
salam kenal
October 28th, 2008 at 8:52 am
Topik ini dalam beberapa hari ke depan masih hangat. Komentar2 anda akan sangat bermanfaat membentuk opini publik, karenanya mohon maaf, komentar yang keluar jalur (Out Of Topic, mengandung unsur “dewasa” yang kebablasan, SARA dan sebagainya akan saya tahan. Silahkan berdiskusi dengan dewasa.
October 28th, 2008 at 8:58 am
Dasar si SEX puji………….Kalo ada yang nyebut dia Syeikh hanyalah orang yang tidak kalah keblingernya dengan dia…….harus SEX-Mainik Puji itu lebih pantas diucapkan…….Allahu’alam
October 28th, 2008 at 9:08 am
Siapa sih yang ga mau sama cewe cantik? tapi ingat juga, jangan pilih pake nafsu, yang bagus sih ikut aturan lo tinggal dimana (RI) termasuk aturan norma sosial juga, jangan sampai lingkungan sekitar menjadi gerah akibat tindakan lo.
Jika memang bener ngiktin Nabi Muhammad SAW, lo kawinin juga janda-janda si sekitar lo, sedekahkan mobil-mobil mewah itu, toh Nabi juga hidup sederhana. Jangan cuma enaknya aja yang di ambil…
October 28th, 2008 at 9:24 am
Bila orang berada telah merasa cukup dengan segala yang telah dimilikinya dan orang yang kekurang bersabar atas keadaanya, tentu tidak akan ada cerita yang seperti ini. Semoga pak Puji menyadari segala kealpaanya dan semoga Allah SWT menolongnya.
October 28th, 2008 at 11:12 am
Moga syeh puji mampu membendung nafsu hewani, dan orang tua tua si putri juga di beri ganjaran karena telah menjual anak dibawah umur untuk digauli syeh puji
October 28th, 2008 at 11:20 am
Pak Polisi, segera mengumpulkan semua saksi 10 dari pihak pesantren dan kepala sekola, kelurahan dan orang tua siwa untuk dijebloskan ke penjara,
Kalau niatnya shodakoh ya…semua hartanya untuk perjuangan agama…bukan menebar nafsu hewani….., atau Seh piji tak perlu pamer kekayaan…tapi pamerlah pada apa yang baik untuk ahirat, saya curiga mungkin lebih dari 7 bocah cilik yang telah digauli seh Puji…secara bergilir…dengan bayaran orang tua bebas utangnya…banyak tetangga saya yang melakukan itu…, cukup menyodorkan bocah cilik hutang lunas…segera saja polisi bertindak seh Puji preman sex bocah cilik
October 28th, 2008 at 11:23 am
Sex ya sex, kaya ya kaya, nafsu yang Hewani….mau jadi seh siapa yang mau asal bayaran bisa sex….banyak seh puji yang telah digauli
October 28th, 2008 at 11:28 am
Dunia ini kok sempit yaa, padahal…banyak alumni atau sardjana ekonomi atau lainnya…yang rata-rata umurnya 21 tahun…siap untuk diperistri…., kok malah milih umur 12 tahun apa ini gak keliru…..Syeh siapa yang memberi gelar….apa ada jualan syeh…kok gampang yaa cari gelar seh….
October 28th, 2008 at 11:30 am
Maju terus Syekh Puji!
Ikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW!
Jangan tunduk pada hukum/UU buatan manusia!
Allah Akbar!
October 28th, 2008 at 11:36 am
Dunia ini kok sempit yaa, padahal…banyak alumni atau sardjana ekonomi atau lainnya…yang rata-rata umurnya 21 tahun…siap untuk diperistri…., kok malah milih umur 12 tahun apa ini gak keliru…..Syeh siapa yang memberi gelar….apa ada jualan syeh…kok gampang yaa cari gelar seh….
October 28th, 2008 at 11:41 am
Pasti semua itu ada cobaanya…baik harta maupun wanita atau tahta…, tapi kita perlulah mengomtari dengan sehat gitu
October 28th, 2008 at 11:45 am
Tentunya kita semua menahan diri, kita semua punya pikiran yang jernih moga Allah melimpahkan kita semua…, agar terhindar dari sifat dengki atau iri.., hanya saja apakah nikah dengan bocah 12 tahun itu…secara biologis baik…, lihatlah anak-anak SMP disekitar kita 100 kali…agar kita dapat menarik kesimpulan….dan dijauhkan malapetaka dan kemaksiatan…..
October 28th, 2008 at 11:47 am
Bocah 12 tahun sebaiknya jangan dinikahkan dulu , hanya karena orang tua yang miskin dan kumuh
October 28th, 2008 at 11:51 am
Aku 22 tahun siap kok jadi istri siapapun…yang penting dia jantan, perkasa, berharta, bermoral baik, tidak sombong , kulit bebas, asal bebas yang pokok normallah.., bisa mengauli istri dengan baik, sayang negara, sayang tanah air
October 28th, 2008 at 11:52 am
Untuk Mas Mod Mas Badar, that’s good idea. Kita di sini sebaiknya saling menyumbang dan berbagi pikiran untuk menyikapi persoalaan aneh tapi lucu ini, tanpa harus menyinggung2 SARA maupn Ayu Ashari (gak nyambung ya?) krn hanya akan mepertajam perbedaan di antara kita dan dapat memicu konflik horisontal.
Itulah sebabnya saya berusaha untuk mengajak semua memandang hal ini dari aspect dan atau lensa kontak (kalau nggak suka pakai kacamata) yg berbeda. Aspect “burung” gitu lah, ganti.. Rojer…
Yang lucu lucu aja lah, walaupun sebenarnya langkah Kyai Puji ini adalah hal sangat serius dan berpotensi menimbulkan perpecahaan. Toh, kita gak akan bisa berbuat banyak.
Kita serahkan hal ini kepada pihak yang berwajib dan para ulama.
Dan tentu saja kepada Tuhan YME: Allah SWT. Amieeenn…
October 28th, 2008 at 11:55 am
Kok gitu sih…jangan jual murah donk, wanita punya harga diri,….bukan jual diri….ke Syeh Puji….karena dia lebih memilih bocah 12 tahun yang masih lugu..perawan titing lho
October 28th, 2008 at 11:58 am
mengelar aib itu lebih mudah daripada bicara yang sompral…., tunggu aja malapetaka yang menggauli bocah 12 tahun pasti …alloh akan memberi ganjarannya..lho
October 28th, 2008 at 12:02 pm
Berbahagialah engkau wanita di persunting
pengusaha kaya…., agar memperbaiki kondisi ekonomi keluarga…., yang pada umumnya pesantren kelas kampung lebih banyak dari kiriman orang tua miskin dan ekonomi dibawah standar umum…., dari pada repot-repot ngurus bocah perempuan lebih baik dikawinkan sajalah…agar bisa ngasih makan dan ngirimin uang ke orang tua gitu
October 28th, 2008 at 12:07 pm
Moga semua di Lindungi Allah, siapa yang berbuat sebesar apapun Allah maha mengetahui…..jadi gak usah kita ikut larut kedalam bencana,…yang jelas sex bocah lebih di nikmati kaum laki-laki lho….., aku setuju…memang wanita adalah tepat pelampiasan kenikmatan laki-laki ,,,aku juga wanita doyan laki-laki kok
October 28th, 2008 at 12:11 pm
Di Desa Kami Indramayu hal biasa bocah 11 tahun dikawinkan, bahkan menabah rejeki kok banyak saudara dan lainya…, hanya pengalamanku sex bocah yang masih 12 tahun agak berbeda dengan usia 25 tahun …jadi hal kenikmatan lebih di utamakan untuk Syeh Puji…
October 28th, 2008 at 12:36 pm
Berhasil!!! Program Islamophobia berhasil. Hore!!!
Hore!!!
Hore!!!
Kasian ya kita makan umpan mereka lagi….
October 28th, 2008 at 1:12 pm
heellehh…biarin aja…wong bocahnya mau..kok diributin..
kalo mau jujur…yang nggak demen itu, karna duitnya belum sebanyak Mr.Puji aja…
yach…kalo pendapat saya yang penting tidak ada yang diDzolimi…(ya..ini sih pendapat saya,..yang gak sepaham..ya gak papa..he…he..he)
October 28th, 2008 at 1:53 pm
NICE JOB
TETEP SEMANGAT
October 28th, 2008 at 2:32 pm
Coba dikaji ulang berita yg mengatakan bahwa Nabi Muhammad menikahi Aisyah pada saat Nabi berusia 50 tahun dan Aisyah berusia 12 tahun.
UMUR AISYAH DIHITUNG DARI UMUR ASMA’
Menurut Abda’l-Rahman ibn Abi Zanna’d: “Asma’ lebih tua sepuluh tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: “Asma’ lebih tua sepuluh tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
Menurut Ibn Kathir: “Asma’ melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma’ meninggal. Menurut riwayat lainya, dia meninggal sepuluh atau dua puluh hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari dua puluh hari, atau seratur hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah seratus hari kemudian. Pada waktu Asma’ meninggal, dia berusia seratus tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma’ hidup sampai seratus tahun dan meninggal pada 73 atau 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma’, saudara tertua dari Aisyah berselisih usia sepuluh tahun. Jika Asma’ wafat pada usia seratus tahun di tahun 73 H, Asma’ seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622 M). Jika Asma’ berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumahtangga), Aisyah seharusnya berusia tujuh belas atau delapan belas tahun. Jadi, Aisyah berusia tujuh belas atau delapan belas tahun ketika hijrah pada tahun di mana Aisyah berumah tangga.Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, dan Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika Beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah Sembilan belas atau dua puluh tahun.
Dalam satu riwayat, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam riwayat ini Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun.
DC
October 28th, 2008 at 2:47 pm
masbadar: Sdr. Dencitro Diwangsan, argument bagus. Punya sendiri atau kopi paste? sayang sekali anda dan beberapa komentator lain yang menulis panjang lebar, sebagian tidak memiliki blog, saya sarankan anda membuat blog. Saya yakin orang2 seperti anda punya bakat menulis, so, buat blog-lah..
Silahkan terus berdiskusi, jangan lupa; dewasa dan ilmiyah-lah..
October 28th, 2008 at 3:33 pm
semoga semua ini menjadi proses pembelajaran bagi kita semua , dan kita semua bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup ini. selamat kepada syekh Puji yang diberi kesempatan untuk amanah menjalankan syariat islam ini,…semoga tetap bijaksana dalam menyikapi masalah.
October 28th, 2008 at 4:14 pm
@93
Makasi buat infonya.. Jadi gitu ya..
Hmm.. Ternyata.. Penyalahgunaan ya?
Si Puji ama mobil kerennya.. Brankas uangnya..
Bombastis pemberitaan zakatnya..
Gak iri.. Malah jijik!
Karena ini negara hukum, ya ikut hukum donk..
Hukum yang ada harus berlaku untuk semua tanpa kecuali, tidak melihat agama orang itu..
October 28th, 2008 at 8:37 pm
khususon bwt RIWAYAT …
ini bukan masalah kelainan apa bukan ..
tp panttas ga kake2 ,MUSLIM lg ..
plis dong RIWAYAT ….
bales komen nya yah !!!
October 28th, 2008 at 9:07 pm
Klu aqu sih pasti gengsi lah ma yg namanya kakek2,, klu yg namanya perasan suka ma lawan jenis paling usia beda2 dikitlah atau yg seumuran,, Klu si bocah tuh,cuma menuruti apa kemauan ortu nya aja, biasalah motif nya ( Tambang Uang )..
October 29th, 2008 at 7:03 am
dasar Pheodofill!!!!!
ada yang salah dalam masyarakat ini, yg salah dibenarkan dan diagung2kan, yg benar disetir dan diplintir semaunya…..
saya ngerti anda (RIWAYAT) membuat koment spt ini utk mencari popularitas saja, tapi anda paham tidak arti kata HUKUM dan HAK (harus’nya anda ngerti, soalnya bisa bikin blog, mudah2an anda tidak sebodoh unta dan keledai…), atau anda mungkin juga ANDA seorang PHEODOFILLIA.
October 29th, 2008 at 8:55 am
Mumpung masih anget…nambah comment ah…
kalo soal sensasi, Mr. puji itu emang kaya’nya cari sensasi, tapi ada sisi baiknya dari dia, Alloh ngasih rejeki yang lebih sama dia, jadi dia bisa berbagi sama warga sekitar.
Soal ada faktor cari sensasi dan iklash apa gak, ya..itu urusan dia sama Alloh..
Tapi satu hal yang kurang SREK. soal panggilan “SYECH” SAMA DIA,KARENA kalau di masyarakat awam Syech itu kaya’nya lebih ampuh dari pak Kyai,walaupun Kalo di bahasa arab, syech itu artinya yang “dituakan” (kata guru bahasa arab saya dulu..),soalnya tampang dan gaya bicara Mr.Puji itu SLENGE’AN dan NGAWUR, GAK pantes babar blass kalo di panggil SYECH…
October 29th, 2008 at 8:59 am
tdk benar itu rasul menikahi aisyah dibawah umur
hadist itu cmn diriwaytakan dari satu orang, yg mana orang tersebut tinggalnya di syam(iraq),
lalu kenapa pada masa orang tsb tdk ada orang2 makkah atau madinah yg meriwayatknan hadist tsb???
lagipula
orang tsb sewaktu meriwayatkan hadist ini, sudah sangat tua sehingga sudah terkena penyakit lupa/pikun…..
n
HADIST tsb kebanyakan diriwayatkan oleh ulama2 WAHABI…..
berbeda jauh dgn ulama2 mesir atau maroko yg menganggap hadist tsb tdk valid
sehingga ulama2 mereka memakai umur 15tahun sbg patokan dari hukum pernikahan mereka….
ternyata kaum2 khawarij modern sudah mulai masuk ke negri ini…..
October 29th, 2008 at 11:58 am
mr.puji dari pengamatan saya termasuk orang yang “sakit” suka dengan anak-anak.
Dia orang yang tidak konsisten alias HANYA NGOMONG DOANG, setelah banyak pihak menyalahkan langkahnya ( termasuk menteri agama, menteri pemberdayaan wanita,dan banyak pihak lain )kemarin (28 Oktober 2008)malah melarikan diri ke Singapura. TOBAT SYEH…
October 29th, 2008 at 1:39 pm
Pas mau gituan, istrinya bingung dan teriak……..!
October 29th, 2008 at 3:19 pm
Menikah dengan anak di bawah umur jelas tidak adil bagi kondisi psikologis anak. Dia dipaksakan untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Hal-hal ini seringkali dilupakan orang dewasa yang terlalu egois memikirkan kepentingan dirinya. Saya kuatir gadis cilik ini sebenarnya diserahkan orangtuanya dengan imbalan uang atau materi tertentu yang tentunya berarti memperdagangkan anak dibawah umur. Jadi jelas ini bukan tindakan yang bisa dianggap sah dan wajar. Ini jelas gila dan absurb!
October 30th, 2008 at 8:49 am
mas badar hati2 ngambil berita dari jawa pos, karena sudah masyhur jawa pos merupakan corong JIL
October 30th, 2008 at 10:31 am
boss….!!
gw gk suka cara tu orang…!!
hhehehe–
bukannya bakal di tindak pidana kalo keq gitu…!!
kan kena pasal perlindungan anak..!!
gmana nhh om KOMNAS HAM…??
October 30th, 2008 at 12:56 pm
Begitu lihat mukanya ditv jijik banget gue persis kayak binatang babi yg sangat kotor dan haram. mudah2an manusia kayak syek puji musnah dari dunia ini.Bawain agama segala lg eh nabi muhammad aja poligami ama janda2 bukan perwan dibawah umur so itu namanya nafsu bejat yg ada diotakmu.
October 30th, 2008 at 1:28 pm
mau gak saya kawinin ama kucing perawan saya tp kucingku pasti takut liatnya habis mukanya kayak setan ( kucingkan punya indra ke6 )
October 30th, 2008 at 1:40 pm
Waspadalah nanti banyak wanita muslimah yg murtad karna fenomena poligami!!!
October 30th, 2008 at 11:59 pm
sakit nih, gak ketulungan. Mendingan langsung lindungi para kaum wanita
October 31st, 2008 at 8:15 am
KALO MO NGIKUTIN SUNNAH NABI UTAMAIN DONK NIKAHIN JANDA YANG SUDAH LANJUT, SUBHANALLAH BAYANGIN AJA HAMPIR SEBAGIAN BESAR ISTRI2 NABI SETELAHNYA ADL JANDA2
NABI MUHAMMAD BUKANLAH SEORANG PEDOFIL,
INI FITNAH YANG SANGAT KEJI,
SITI A’ISYAH DINIKAHI BELIAU SAAT UMUR 17 TAHUN,
SAYA ULANGI UMUR 17TAHUN,
PENDAPAT YANG MENGATAKAN BAHWA UMUR SITI A’ISYAH SAAT DINIKAHI BELIAU SAW ADL UMU 6/9/12 TAHUN,ADALAH FIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITNAAAAAAAAAAAAAAAAAH, BAHKAN BUKAN BERASAL DARI HADIST/PERKATAAN NABI SENDIRI, BUKTI2 YANG MNGUATKAN AKAN DITAMPILKAN BEBERAPA WAKTU LAGI,SEDANG DIKETIK
TAMBAHAN LAGI BELIAU SAW BARU BERUMAH TINGGAL BERSAMA SITI A’ISYAH SETELAH UMUR 19 TAHUN, SAYA ULAGI 19 TAHUN
TAMBAHAN LAGI PENDAPAT KALAU SITI KHADIJAH DINIKAHI UMUR 40 TAHUNAN ADALAH FITNAHHHHHHHHHHHHHHHHHHH,
YANG BENAR ADL BELIAU SAW MENIKAH DNG SITI KHADIJAH, KEDUANYA ITU SEUMUR 25TAHUN, SAYA ULANGI SEMUMUR 25TAHUN
October 31st, 2008 at 9:18 am
@halo sdr. sayangrosul, gak usah teriak-teriak gitu. Saya juga pernah mendengar tentang hal tsb. Umur khadijah adalah 25 tahun ketika dinikahi oleh Nabi SAW, tapi kalo umur aisyah, berita dan pengulasannya oleh para ahli sangatlah sedikit. Jika anda punya artikel dan pengulasan yg ilmiyah dan dapat dipertanggung jawabkan, silahkan kirimkan ke email saya, saya akan memuatnya di blog ini dgn nama anda sbg penulis.
Masyarakat kita ini banyak yg tidak tahu akan hadits, tepatnya ilmu hadits, kenapa? hadits sbg sumber hukum kedua setelah alkitab jarang dimasukkan kurikulum sejak dini. Bahkan kalangan terpelajar kita sebagian besar buta akan hadits, bahkan beberapa kalangan pesantren pun.
Ini adalah tanda-tanda kiamat yg semakin dekat, selain ilmu faroid (akuntansi hak waris) ilmu mushtolah hadits juga merupakan ilmu yang akan dipunahkan Allah menjelang Kiamat.
Setelah itu yang ada adalah ketidak-mengertian manusia, kesalahpahaman dan banyak yang tidak bisa menyikapinya dgn bijak. Seperti anda ini, maaf. Kalo anda cukup berilmu, anda mestinya gak perlu teriak-teriak seperti ini, anda semestinya membahasnya, buatlah majelis ilmu, sampaikan kepada manusia, kepada khalayak, datangi manusia.. ajak mereka dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik, bukan disalah-salahin, bukan ditahdzir-tahfdzirin, bukan dibid’ah-bid’ahin..
salam kenal dari saya, seorang penuntut ilmu..
October 31st, 2008 at 9:38 am
Pembaca sekalian, mohon maaf, jika saya menganggap diskusi telah selesai, semoga topik yg saya lemparkan bermanfaat.
Silahkan pembaca menyimpulkan sendiri, jawabannya ada pada masing-masing hati dan akal anda.
Terima kasih kepada semua komentator yg telah sudi mampir, meluangkan waktu untuk mengetikan pendapatnya, serta menyisakan ruang pikirnya untuk sedikit berdiskusi di blog ini.
semoga rahmat Allah menaungi kita semua..