Permata, mineral mulia dari Carbon Allotrophe
Mungkin sulit dipercaya jika arang grafit pada pensil anda terbuat dari bahan yang sama pada batu permata. Grafit adalah salah satu jenis karbon.
Sementara karbon adalah element yang memiliki banyak bentuk rupa, seluruh makhluk hidup bahkan adalah bagian dari bentuk karbon itu. Ketika satu elemen seperti karbon berada dalam beberapa bentuk aslinya, bentuk itu disebut allotrope.
Salah satu allotrop karbon yang paling terkenal adalah permata, materi alam paling keras dan paling cantik di antara yang ada. Permata bermula dari 100 mil di bawah tanah. Di sana, tekanan 500 kali lebih besar dari tekanan yang ada di permukaan bumi dan temperaturnya mendekati cukup panas untuk melelehkan besi menjadi karbon dan hingga menjadi permata. Dan di sanalah permata berada, hingga menyembur ke permukaan bumi dengan muntahan partikel dari sebuah letusan gunung berapi: letusan kimberlite
Letusan yang memuntahkan permata terakhir kali terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu, meninggalkan pipanya, yang diketahui sebgai pipa pipa kimberlite, sebagai bukti. Tetapi untuk menemukan pipa-pipa itu, yang tertimbun waktu dan erosi, bukan pekerjaan enteng.
Para ahli geologi mempekerjakan beberapa makhluk asing dalam pencarian – dalam hak ini, para rayap. Dalam proses pembuatan gundukan-gundukan tanah yang mengesankan ini, para rayap menggali bebatuan dan beberapa mineral yang mau tidak mau mengangkut gumpalan-gumpalan permata di bawahnya.
Pada tahun 1960-an para ahli geologi menemukan salah satu dari pipa kimberlite yang paling banyak mengandung permata di Afrika, dengan sedikit bantuan dari pada rayap. Begitu penambangan dimulai, pergerakan tanah pada sekala seekor rayap terlihat tidak begitu berarti.
85 ton batu diledakkan, dihancurkan dan diproses untuk membuat segengggam mutiara. Di pertambangan Finch di Afrika Selatan, para penambang telah menggali selama 30 tahun. Lubang ini lebarnya 2.500 kaki dan dalamnya 1.200 kaki.
Dalam potongan permata, cahaya terpisah dan segi-seginya mencipta pelangi. Tetapi rupa permata setelahnya adalah tidak ada suatu apapun kecuali atom-atom karbon yang terbungkus tekanan. Struktur kristal tipis menjadikan permata keras dan cantik.
Dalam satu tahun saja 3 ½ juta ton bebatuan di ledakkan, di hancurkan dan di saring – semuanya guna mendapatkan satu keping karbon yang berketakanan.
Hanya 20% permata yang tak terkubur dalam bumi menjadikan grade sebagai permata olahan. Dan setelah itu semua, membuktikan bahwa permata tidak abadi. Dalam beberapa juta tahun permata-permata keras yang mempesona ini akan terpecah belah.
Artikel & Video lain yang berhubungan:


Leave a Reply