Perekaman dan Tata Suara pada Proses Produksi sebuah Film / Sinema
Dalam pembuatan film, suara diambil melalui mikrofon dan direkam menggunakan pita kaset.
Ketika syuting, boom (petugas penyangga mikropon) menyangga mikrofon di atas para aktor jauh dari tempat kamera sehingga tidak muncul di layar.
Jika memungkinkan, perekaman orisinil hanya memasukan dialognya saja sebab suara tambahan dapat mengacaukan dialog.
Artikel sebelunya:
Kadang, syuting di studio alam menghasilkan banyak suara berisik, hasil rekam beberapa dialog tidak sesuai. Dalam kasus ini, para aktor nantinya merekam dialog penggantinya, dan garis dialog mereka disesuaikan dengan gambar. Selama post produksi, para ahli tata suara membuat suara-suara khusus, seperti gemuruh kereta api atau dentingan barang barang logam atau barang-brang pecah belah ketika adegan makan malam.
Sebuah sound track suara yang sempurna dibuat dari trak-trak yang direkam secara terpisah-pisah. Dialog berada pada beberapa trak, musik pada trak lainnya dan suara effek pada yang lain. Sebagian besar, produksi yang rumit seperti musikal (film yang sebagian besar berisi musik) memiliki 30 lebih track suara yang terpisah.
Para insinyur suara mengkombinasikan, atau melakukan miksing, pada trak-trak yang terpisah masing-masing itu secara elektronis dalam studio rekaman sambil melihat cut akhir film.

June 12th, 2010 at 9:05 pm
good article bang!