Pelajaran Bahasa Arab: Mufrad (Tunggal) – Mutsanna (Dual) – Jamak (Plural)
<<SEBELUM | DAFTAR ISI |SESUDAH >>
مُفْرَد – مُثَنَّى – جَمْع
MUFRAD (Tunggal) – MUTSANNA (Dual) – JAMAK
Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:
- ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
- ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
- ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad |
Tarjamah |
Mutsanna |
Tarjamah |
| رَجُلٌ | = seorang laki-laki | رَجُلاَنِ | = dua orang laki-laki |
| جَنَّةٌ | = sebuah kebun | جَنَّتَانِ | = dua buah kebun |
| مُسْلِمٌ | = seorang muslim | مُسْلِمَانِ | = dua orang muslim |
| مُسْلِمَةٌ | = seorang muslimah | ُسْلِمَتَانِ | = dua orang muslimah |
Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:
Mufrad |
Tarjamah |
Jamak |
Tarjamah |
| اِبْنٌ | = seorang putera |
بَنُوْنَ |
= putera-putera |
| بِنْتٌ | = seorang puteri | بَنَاتٌ | = puteri-puteri |
| مُسْلِمٌ | = seorang muslim | ُمَسْلِمُوْنَ | = muslim-muslim |
| مُسْلِمَةٌ | = seorang muslimah | ُسْلِمَاتٌ | = muslimah-muslimah |
2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:
Mufrad |
Tarjamah |
Jamak |
Tarjamah |
|
رَسُوْلٌ |
= seorang rasul | رُسُلٌ | = rasul-rasul |
| عَالِمٌ | = seorang alim | عُلَمَاءُ | = orang-orang alim |
| رَجُلٌ | = seorang laki-laki | رِجَالٌ | = para laki-laki |
| اِمْرَأَةٌ | = seorang perempuan | نِسَاءٌ | =perempuan-perempuan |
Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!
<< SEBELUM | DAFTAR ISI | SESUDAH >>

October 17th, 2010 at 1:01 pm
salaam…
aku paham di bagian mufrad dan mutsanna, tapi aku masih bingung di jamak taksir dan jamak salim, gimana caranya nentuin kedua jamak itu sendiri?
dan by the way…aku minta izin untuk memosting yang satu ini di blog saya, sebagai catatan. ^_^
October 18th, 2010 at 8:10 am
@Asti: Jamak salim: bentuk jamak (plural) dari sebuah ism (kata benda) dlm bahasa Arab yang pembentukkan jamaknya dengan menambahkan huruf tertentu, semisal wau (و) contoh: bentuk jamak dari kata: muslim adalah muslimuuna, atau muslimiiin (مسلمون / مسلمين). Sementara jamak taksir adalah pembentukkan jamak dari sebuah kata yang harus merujuk kepada kamus atau bagaimana “lidah arab” mengucapkannya, semisal bentuk jamak dari masjid adalah masaajid (مسجد = مساجد), bukan masjiduun. Anda bisa membandingkannya dengan English, hampir sama kaidah pembentukkan plural kata benda, berbeda dengan bahasa indonesia yang hanya mengulang kata tersebut lalu jadilah plural. Setiap bahasa itu unik.. salam..
March 30th, 2011 at 10:25 pm
gak lucu
September 22nd, 2011 at 1:18 pm
terima kasih atas infonya, izin copas.
September 29th, 2011 at 6:46 am
pelajarannya bagus,
bisa ditambahlah untuk misi berdakwah. salam kenal.
http://gerbangriau.blogspot.com