Pelajaran Bahasa Arab: Fi’il Madhy (Kata Kerja Lampau) – Fi’il Mudhari’ (Kata Kerja Kini/Nanti)
<< SEBELUM | DAFTAR ISI | SESUDAH >>
فِعْل
FI’IL (Kata Kerja)
Fi’il atau Kata Kerja dibagi atas dua golongan besar menurut waktu terjadinya:
1. FI’IL MADHY ( فِعْل مَاضِي ) atau Kata Kerja Lampau.
2. FI’IL MUDHARI’ ( فِعْل مُضَارِع ) atau Kata Kerja Kini/Nanti.
Baik Fi’il Madhy maupun Fi’il Mudhari’, senantiasa mengalami perubahan bentuk sesuai dengan jenis Dhamir dari Fa’il ( فَاعِل ) atau Pelaku pekerjaan itu.
Untuk Fi’il Madhy, perubahan bentuk tersebut terjadi di akhir kata, sedangkan untuk Fi’il Mudhari’, perubahan bentuknya terjadi di awal kata dan di akhir kata.
| Dhamir | Fi’il Madhy | Fi’il Mudhari’ | Tarjamah |
| أَنَا |
فَعَلْتُ |
أَفْعَلُ | = saya mengerjakan |
| نَحْنُ | فَعَلْنَا | نَفْعَلُ | = kami mengerjakan |
| أَنْتَ | فَعَلْتَ | تَفْعَلُ | = engkau (lk) mengerjakan |
| أَنْتِ | فَعَلْتِ | تَفْعَلِيْنَ | = engkau (pr) mengerjakan |
| أَنْتُمَا | فَعَلْتُمَا | تَفْعَلاَنِ | = kamu berdua mengerjakan |
| أَنْتُمْ | فَعَلْتُمْ | تَفْعَلُوْنَ | = kalian (lk) mengerjakan |
| أَنْتُنَّ | فَعَلْتُنَّ | تَفْعَلْنَ | = kalian (pr) mengerjakan |
| هُوَ | فَعَلَ | يَفْعَلُ | = dia (lk) mengerjakan |
| هِيَ | فَعَلَتْ | تَفْعَلُ | = dia (pr) mengerjakan |
| هُمَا | فَعَلاَ | يَفْعَلاَنِ | = mereka berdua (lk) mengerjakan |
| هُمَا | فَعَلَتَا | تَفْعَلاَنِ | = mereka berdua (pr) mengerjakan |
| هُمْ |
فَعَلُوْا |
يَفْعَلُوْنَ | = mereka (lk) mengerjakan |
| هُنَّ | فَعَلْنَ | يَفْعَلْنَ | = mereka (pr) mengerjakan |
Perlu diketahui, bahwa dalam sebuah JUMLAH FI’LIYYAH ( جُمْلَة فِعْلِيَّة ) atau Kalimat Verbal (kalimat sempurna yang mengandung Kata Kerja), letak Fa’il (Pelaku) bisa di depan dan bisa pula di belakang Fi’il (Kata Kerja).
1) Untuk Dhamir Ghaib atau “orang ketiga” ( هُنَّ-هُمْ-هُمَا-هِيَ- هُوَ ).
a. Bila Fa’il mendahului Fi’il maka perubahan bentuk dari Fi’il tersebut harus mengikuti ketentuan Mudzakkar/Muannats dan Mufrad/Mutsanna/Jamak.
Contoh Jumlah Fi’liyyah dengan Fi’il Madhy yang terletak setelah Fa’il:
|
اَلْمُسْلِمُ دَخَلَ الْمَسْجِدَ |
= muslim itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَةُ دَخَلَتِ الْمَسْجِدَ |
= muslimah itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَانِ دَخَلاَ الْمَسْجِدَ |
= dua muslim itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَتَانِ دَخَلَتَا الْمَسْجِدَ |
= dua muslimah itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمُوْنَ دَخَلُوا الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimin memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَاتُ دَخَلْنَ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimat memasuki masjid |
Contoh Jumlah Fi’liyyah dengan Fi’il Mudhari’ yang terletak setelah Fa’il:
|
اَلْمُسْلِمُ يَدْخُلُ الْمَسْجِدَ |
= muslim itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَةُ تَدْخُلُ الْمَسْجِدَ |
= muslimah itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَانِ يَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslim itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَتَانِ تَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslimah itu memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمُوْنَ يَدْخُلُوْنَ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimin memasuki masjid |
|
اَلْمُسْلِمَاتُ يَدْخُلْنَ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimat memasuki masjid |
b. Sedangkan bila Fi’il mendahului Fa’il, maka bentuk Fi’il tersebut selalu Mufrad, (meskipun Fa’il-nya Mutsanna atau Jamak). Tetapi untuk bentuk Mudzakkar dan Muannats tetap dibedakan dengan adanya huruf Ta Ta’nits ( ت تَأْنِيْث ) atau “Ta Penanda Muannats” pada Fi’il yang Fa’il-nya adalah Muannats.
Contoh Jumlah Fi’liyyah dengan Fi’il Madhy yang terletak sebelum Fa’il:
|
دَخَلَ اَلْمُسْلِمُ الْمَسْجِدَ |
= muslim itu memasuki masjid |
|
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَةُ الْمَسْجِدَ |
= muslimah itu memasuki masjid |
|
دَخَلَ الْمُسْلِمَانِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslim itu memasuki masjid |
|
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَتَانِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslimah itu memasuki masjid |
|
دَخَلَ الْمُسْلِمُوْنَ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimin memasuki masjid |
|
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَاتُ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimat memasuki masjid |
Contoh Jumlah Fi’liyyah dengan Fi’il Mudhari’ yang terletak sebelum Fa’il:
|
يَدْخُلُ اَلْمُسْلِمُ الْمَسْجِدَ |
= muslim itu memasuki masjid |
|
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَةُ الْمَسْجِدَ |
= muslimah itu memasuki masjid |
|
يَدْخُلُ الْمُسْلِمَانِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslim itu memasuki masjid |
|
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَتَانِ الْمَسْجِدَ |
= dua muslimah itu memasuki masjid |
|
يَدْخُلُ الْمُسْلِمُوْنَ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimin memasuki masjid |
|
تَدْخُلُ الْمُسْلِمَاتُ الْمَسْجِدَ |
= kaum muslimat memasuki masjid |
2) Untuk Fa’il lainnya ( أَنْتُنَّ – أَنْتُمْ – أَنْتُمَا – أَنْتَ – أَنْتِ – نَحْنُ – أَنَا )
tetap mengikuti pola perubahan bentuk Fi’il sebagaimana mestinya.
| Fi’il Madhy |
Fi’il Mudhari’ |
| دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ | (أَنَا) أَدْخُلُ الْمَسْجِدَ |
| saya telah memasuki masjid | saya memasuki masjid |
| دَخَلْنَا الْمَسْجِدَ | (نَحْنُ) نَدْخُلُ الْمَسْجِدَ |
| kami telah memasuki masjid | kami memasuki masjid |
| دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ | (أَنْتَ) تَدْخُلُ الْمَسْجِدَ |
| engkau telah memasuki masjid |
engkau memasuki masjid |
| دَخَلْتِ الْمَسْجِدَ | (أَنْتِ) تَدْخُلِيْنَ الْمَسْجِدَ |
| engkau (pr) telah memasuki masjid | engkau (pr) memasuki masjid |
| دَخَلْتُمَا الْمَسْجِدَ | (أَنْتُمَا) تَدْخُلاَنِ الْمَسْجِدَ |
| kamu berdua telah memasuki masjid | kamu berdua memasuki masjid |
| دَخَلْتُمُ الْمَسْجِدَ | (أَنْتُمْ) تَدْخُلُوْنَ الْمَسْجِدَ |
| kalian (lk) telah memasuki masjid | kalian (lk) memasuki masjid |
| دَخَلْتُنَّ الْمَسْجِدَ | (أَنْتُنَّ) تَدْخُلْنَ الْمَسْجِدَ |
| kalian (pr) telah memasuki masjid | kalian (pr) memasuki masjid |
Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi’il Madhy dan Fi’il Mudhari’ dalam ayat-ayat al-Quran dan al-Hadits!
<< SEBELUM | DAFTAR ISI | SESUDAH >>

July 9th, 2010 at 8:50 am
waw … berat man … hehehe … jadi flashback nich
… jadi berfikir kalau sepertinya bahasa indonesia saja yah yang enggak mau susah. bahasa lain itu pake presen, past, past perfect semua
July 9th, 2010 at 10:15 am
@gadgetboi: Justru bangsa lain menganggap bahasa indonesia termasuk bahasa yg rumit dan sulit ke 3 sedunia. Mungkin karena gak ada patokan ‘bentuk waktu’, silahkan googling aja di sini. Keberadaan ‘bentuk waktu’ untuk memudahkan, bukan untuk mempersulit. Memang bagi sebagian besar orang mempelajari bahasa asing adalah kesulitan besar, tapi dengan persepsi yang benar, metode yang tepat serta motivasi yang kuat, bahasa asing apapun akan mudah dipelajari. Salam
July 22nd, 2010 at 1:52 am
Assalamu’alaikum wr wb.
saya mau tanya ustadz….mengapa untuk muslimah fi’il madhy nya “dakholati” bukannya “dakholat” seperti dalam contoh kalimat yg ustadz berikan.
اَلْمُسْلِمَةُ دَخَلَتِ الْمَسْجِدَ
دَخَلَتِ الْمُسْلِمَةُ الْمَسْجِدَ
Mohon penjelasan. Terima kasih. Was.
July 22nd, 2010 at 8:41 am
@lian:
jgn bingung, kalo tetap ente sukunkan (matikan) ( دَخَلَت ) dan tetap menghadap ism yg ma’rifah, bunyinya akan tetap seperti di syakal (harokat) kasroh.
July 23rd, 2010 at 7:29 am
Maaf, saya kurang setuju dg pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan beberapa pendapat lain. Saya sangat setuju dg pendapat belajar bahasa Arab akan menjadikan kita berakhlak mulai,dsb, namun mewajibkan belajar bahasa arab agaknya tidak dalil naqlinya,, semua hanya dalil aqli yang mendasarkan pada dalil naqli (maaf, ini hanya pendapat saya)
kemudian Nabi Muhammad diturunkan kepada kaum Arab bukan berarti bangsa Arab adalah bangsa terbaik, justru sebaliknya, saat itu bangsa Arab merupakan kaum terbelakang yang kelakuannya bisa dikatakan mendekati binatang, Bangsa Romawi mengacuhkannya,Persia tidak mengindahkannya, semua bangsa tidak mau menyapanya, namun inilah kekuasaan Allah, Ia turunkan Nabi penutup zaman pada bangsa yang tidak ada apa2nya, namun justru dari tidak ada apa2nya menjadi ada apa2nya dan menjadi bangsa yang besar (lihat pendapat Thomas Carlysle dalam pidatonya dan Ahmad Deedat dalam bukunya)
Saya sangat setju dg pendapat bahasa Arab adalah bahasa yang kompleks dan sulit (katanya merup. bahasa yg sangat sulit). Bahkan semua kata dlm bhsa Arab merujuk pada 3 huruf. dan dari 3hruf itu mampu menjadi ribuan kata (dalam istilah linguistik: ribuan konjugasi dan deklinasi).
saya sangat mencintai bahasa, bahasa apapun,tak terkecuali bahasa arab (saya pernah belajar bahasa arab selama kurang lebih 3 tahun)
kLo menurut saya semua bahasa sama, bahkan kita diperbolehkan berdoa dlm bahasa apa saja karena Allah mengerti semua bahasa. Iya kan
Namun, mempelajari bahasa Arab akan memberi nilai plus karena alasan2 di atas tadi,, terima kasih karena membuka cakrawala dengan bahasa.
I like your post..
July 23rd, 2010 at 8:46 am
@languageaholic:wah koment yg lengkap. Jika saja anda punya linguistic article, saya tentu akan senang hati memuatnya di blog ini sebagai referensi dan pelengkap. Thanks, dah berkunjung.
February 27th, 2011 at 6:32 pm
pak, bisa jelasin qur’an surat 62/2-3 dilihat dari waktu.
February 28th, 2011 at 5:16 pm
@adit: ya, surat Al Jumu’ah. Globalnya: Surat Al Jumu’ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash Shaf. Nama surat Al Jumu’ah diambil dari kata Al Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya: hari Jum’at. Pokok-pokok isinya: Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, diantaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut; mengajak orang-orang mukmin supaya taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang.
Dilihat dari waktu: maksudnya? Bisa lebih detail pertanyaannya? Kalo detail Insyallah ane carikan referensi jawabannya. Apakah maksud anda adalah secara bahasa? Kata-perkata? Huruf perhuruf?
October 6th, 2011 at 10:21 pm
mantap
nice posting sob…tinggal nyari fiil amar dan masdar
November 5th, 2011 at 1:37 pm
syukran..sy mohon kongsi untuk dijadikan nota.
December 30th, 2011 at 10:31 am
saya sangat bershukur dapat menemui blog ini,semoga ALLAH memberi rahmat kepada sang pembuatnya<<amin,,ini sangat membantu memudahkan belajar bahasa arab,,
January 24th, 2012 at 11:18 am
assalamualaikum wr.wb
saya sangat berterimakasih dan bersyukur bisa mendapati pelajaran bahasa arab secara rinci di internet