Dalam sebuah kontes kecantikan semacam miss universe yang luar biasa glamornya, berlenggak-lengoklah seorang gadis peserta dari Amerika  di atas catwalk. Si gadis hanya mengenakan bikini, khas kontes kecantikan dan khas Amerika. Para juri beserta ribuan audiens yang ada dan mayoritas laki-laki semua bertepuk tangan riuh menggemuruh.

Sesi kedua, munculah kontestan dari Jepang. Ah, ada yang gak pantas untuk saya sebutkan di sini. Maaf, kali ini sang gadis kontestan ini mengenakan bikini setengah bugil, alias tidak mengenakan penutup dada. Dan para juri beserta ribuan audiens yang adapun bertepuk tangan riuh menggemuruh, lebih seru dari tepuk tangan yang pertama.

Sesi selanjutnya, munculah kontestan dari negeri kita tercinta, Indonesia. Ah, lebih parah dan gak pantas lagi saya sebutkan karena si gadis kontestan ini gak mengenakan apa-apa alias bugil total.

Aneh, tak satupun terdengar tepuk tangan riuh menggemuruh atau siulan atau sebagainya. Sepi..

Seorang audiens yg merasakan keanehan dan kejanggalan ini berteriak, “Lho kok sepi..? Mana nih tepuk tangannya….?”

Seseorang menyahut, “Wah, para juri dan audiensnya sibuk ber-ONANI…”

—————————

dan GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR, seisi kelas kami tertawa semua mendengar banyolan paling konyol dari salah seorang teman kelas kami ketika SMP dulu, untung gak ada guru.

Ah agak porno memang. Tetapi sekarang pada realitanya memang secara satir mengarah pada demikian. Asia yg dulu terkenal dengan budaya santunnya, perlahan termakan rayuan demokrasi kepada kebebasan bertingkah laku, pada akhirnya, hilanglah budaya malu khas bangsa timur, Asia, termasuk Indonesia.

Saya mengingat cerita di atas jadi tidak lagi jengah, tetapi asam sekali telinga ini mengecapnya, eh maaf jika bahasanya kacau balau. :D

Cerita teman sekelas kami terjadi pada tahun 93-an, ah saya tentu menyangsikan kebenarannya karena maksudnya adalah sekedar mencari sensasi di kelas.

Dulu, memakai celana panjang di kampung kami adalah tabu bagi kaum perempuan. Anak laki-laki duduk bersanding dengan anak perempuan pun bisa dibilang bikin malu dan bisa-bisa digosipin temen-temen sekampung.

Pada tahun 60, yg namanya bikini di Amerika sana adalah swimsuit yg menutupi dada hingga setengah paha, kini bikini adalah hanya selembar kain bla…bla.. gak usah diterusin.. anda tahu semua.. :D

Adalah fenomena yg sama, dulu di kampung saya yg berjilbab hanya satu dua. Trus udah gitu ada isu makanan beracun, sembako beracun yang konon pelakunya adalah wanita berjilbab. Itu dulu, maknanya adalah pakaian islam pada pertengahan 80-an sangatlah di batasi.

Kini di era kebebasan dan atas nama demokrasi, semuanya bebas dan malah kebablasan. Jilbab bahkan di beberapa SMA kebanyakan sudah wajib. Namun, ya itu tadi, bikini pun ya tidak mau ketinggalan.

Ah, apakah kita akan menyaksikan sebuah kontradiksi yg nyata pada bangsa timur ini? Inilah barangkali bahwa yang benar itu nyata sekali terlihat, begitu pula dengan yg salah, ah terdengar klise ungkapan ini.

Terima kasih sudah membaca curhatan saya ini. Salam..