Mereka yang bekerja di dunia film / sinema 4
Editor Film dan Suara
Gambar bergerak difilmkan dalam ratusan shot (proses pengambilan gambar), yang harus di susun menjadi produk final yang sesuai dengan keinginan sutradara dan produser. Tanggung jawab ini jatuh ke tangan editor.
Editor pertama kali memonitor hari-hari kerja sutradara dan para krunya dalam proses syuting (dalam bahasa inggris disebut dailies atau rushes).
Tulisan sebelumnya: >>Mereka yang bekerja di dunia film / sinema 3<<
Persiapan berhari-hari itu berlangsung selama proses produksi, yang berarti bahwa film sedang diedit pada saat yang sama ketika dishot. Pengawasan harian ini memugkinkan sang sutradara dan produser memilih shots yang terbaik dan memutuskan jika mereka membutuhkan shot ulang beberapa adegan karena alasan seni atau teknis. Setelah proses pengambilan gambar dasar telah dibuat, editor menyelesaikan editing film dan melakukan supervisi pada effek-effek optik (seperti frame-freeze) dan membubuhkan judul ke dalam film.
Sutradara, produser atau editor juga bisa saja menganggap bahwa bagian tertentu memiliki kualitas suara yang kurang bagus. Kemudian seorang editor suara merekam ulang suara para aktor pada adegan ini. Sang aktor mengucapkan dialog di studio sambil melihat screen demi screen dalam proses yang disebut automatic dialogue replacement (ADR) atau penggantian dialog otomatis. Editor suara juga menambahkan effek suara untuk melengkapi suasana film. Misalnya jika adegan mengambil tempat di jalanan suatu kota, editor akan menambahkan suara ribut klakson atau suara ribut lalu lintas lainnya yang sesuai.
Salah satu langkah final dalam proses editing adalah persiapan dan pengggabungan trak suara yang terpisah di mana seluruh suara itu-, dialog, musik, dan suara effek,-digabung bersama untuk membuat satu kesatuan suara yang pas bagi penonton.
Penata Musik
Komposer atau penata musik bekerja bersama sutradara dan editor untuk membuat sebuah nilai musikal yang mendukung transisi antar screen dan sebuah tampilan point emosional screen secara keseluruhan. Musik seringkali digunakan untuk mempercantik effek dramatis. Sebagai contoh, musik dapat menenggarai seseorang sebagai seseorang yang dicurigai ketika tidak ada sesuatupun yang terlihat di layar untuk menuduh sebuah karakter.
Posisi lainnya
Sebagai tambahan daftar di atas, banyak orang-orang lain yang mengambl bagian dalam produksi sebuah film. Foley membantu menbuat latar belakang atau suara ribut tambahan seperti langkah kaki. Seorang gaffer memsupervisi bidang kelistrikan dan didampingi oelh seorang best boy. Key grip memsupervisi grips, seseorang yang mengatur dan menyesuaikan pengaturan peralatan kerja.
Production sound mixer melakukan supervisi perekaman suara selama proses syuting, dan seorang sound mixer menggabungkan semua suara untuk track final dengan mengatur volumenya, menambahkan fade in dan fade out untuk effek ribut, dan membuat effek audio tambahan yang diperlukan.
Tergantung pada dana dan genre-nya, sebuah film bisa saja membutuhkan banyak professional lainnya, termasuk para asisten, tukang kayu, sopir, pelatih adab /etika, konsultan sejarah, koordinator perumahan, tenaga medis dan lain sebagainya.
Tulisan selanjutnya:

Leave a Reply