Malang sekali, sudah ditahan malah sekalian diperkosa
Rupanya slogan “Melayani dan melindungi” bagi polisi telah disalah-tafsirkan oleh sebut saja ZL. Oknum polisi ini nekad memperkosa wanita tahanan di sel tahanan polsek RanteAngin, Kolaka – Sulawesi Tenggara. Mungkin dengan maksud melayani hasrat tak tertahanakan melihat tahanan yang perlu perlindungan dari kesendirian dan kesunyian sel tahanan, ZL memperkosa wanita malang itu. Edannya, bukan satu 2 kali saja ia melakukannya, malah berkali-kali.
Hal itu terungkap setelah si tahanan wanita berinisial MI itu mencoba bunuh diri dalam tahanan karena trauma.
Ah, dasar, mestinya jadi aparat pelayan masyarakat dan pengabdi hukum malah jadi oknum keparat yang menghianati sumpah bhayangkara.
Tentu saja jika kasus ini diekspos dan diperbesar bisa memperburuk citra polisi di mata masyarakat khususnya dan kaum perempuan.
Halo pak Kapolri, dimohon kinerja anak buah bapak segera makin dibenahi dan ditingkatkan. Tegakkan hukum bagi aparat yag melanggar!!
Berita ada di sini: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=30977

October 30th, 2008 at 11:36 am
Semoga oknum keparat yang menghianati sumpah bhayangkara itu tidak dibiarkan melenggang begitu saja… Apa mentang-mentang karena wanita tsb berstatus tahanan jadi bisa diperlakukan seenaknya saja…???
October 31st, 2008 at 2:11 pm
Bangsat tuh police,mga ja kelaminnya membusuk.Amien.Gue paling g sreg kalau liat police yang SKD (Sak Karepe Dewe),emangnya hukum cma bwt orang2 mlarat ja pa?
November 1st, 2008 at 10:24 am
seharusnya tahanan terutama wanita diperlakukan manusiawi
apapun kesalahannya. mungkin karena adanya anggota dimaksud
diperlukan tes kepribadian secara lebih general bagi anggota
karena fenomena tersebut merupakan gunung es, bukan perkosaannya tetapi alam pikiran mereka tentang wanita dan kekuasaan yang dimiliki melaui seragamnya.
November 7th, 2008 at 5:28 pm
“Wah, memang bangsat itu polisi, gue mulai sekarang mau masukin anak gue yang No. 2 masuk TNI besok kalau dia sudah punya pangkat biar hancurkan markas Polisi, seperti kejadian dulu di Sumut sewaktu LINUD 100 menghancurkan markas Polisi sampai rata dengan tanah. Anakku setiap hari kudoktrin bahwa kebanyakan polisi itu Jahat dan Sadis”
November 7th, 2008 at 5:36 pm
waduh, pak Dani.. mohon diredam dikit esmosinya..
Geram juga juga sih membaca berita tentang kepolisian kita akhir-akhir ini.
Lihat aja di TV, saksi remaja malah diperkosa.. waduh parah..
Tapi semua itu, sekali llagi oknum, dan oknum selalu ada di mana saja. Betul..?
Sekarang yang musti segera dilakukan bagi instansi aparat ini adalah berbenah dan berbenah, segera minimalir munculnya perilaku-perilaku oknum2 baru yang dapat memperburuk citra polisi.
Halo, gimana pak Jenderal Polisi..?
November 12th, 2008 at 2:31 pm
Bukan kebanyakan lagi tapi sebagian besar polisi hanya preman dan pengangguran yang berseragam, masih banyak kan jadi polisi harus nyogok… pasti setelah jadi polisi ya mau nyogok juga to ????
Tapi mau dibersihkan pasti juga sulit karena sudah ngakar….
November 21st, 2008 at 10:26 pm
bagaimana jendral mau brantas anak buahnya, dia juga takut kesangkut, soalnya dulu waktu blum jadi jendal mungkin juga gitu. mungkin lhooo…
November 22nd, 2008 at 9:33 am
@cantik: hush, jangan berprasangka buruk dan ngomong sembarangan. Ta’ jewer kupingmu ..