Merayap dengan delapan kaki merupakan bagian kehidupan dari makhluk invertebrata paling mengagumkan di muka bumi ini. Lebih dari 34.000 spesies laba-laba menjelajah di setiap benua kecuali Antartika. Makhluk mengerikan ini dapat bertahan hidup hampir di setiap tempat di mana makanan berada dekat.

Laba-laba merupakan anggota dari kelas arachnic termasuk kalajengking, kutu, dan ayak-ayak. Laba-laba berbeda dengan serangga dalam beberapa hal. Laba-laba berjalan menggunakan 8 kaki, sementara serangga memiliki 6 kaki. Laba-laba juga memiliki dua bagian tubuh, bukannya tiga tidak seperti kebanyakan serangga, mereka tidak bergantung pada antenna atau saya untuk bergerak.

Mereka memiliki perangkat canggih sebagai penggantinya …Jejaring sutera bundar yang terkenal, sebagian besar laba-laba menggunakan jejaring ini untuk menjebak mangsa mereka. Sutera berasal dari kelenjar khusus yang berada di ujung perut laba-laba. Menarik namun mematikan, sebuah jaring laba-laba menjebak apa saja yang mendatanginya. Serangga yang terbang biasanya sangat peka. Rambut halus pada kaki-kaki laba-laba memberikan mereka suatu insting raba yang tajam.

Para laba-laba merasakan getaran seekor mangsa dan bergerak menangkapnya. Kadang mereka menyimpan makanan untuk nanti dengan membungkusnya dalam sutera dan menyembunyikannya.

Lalu bagaimana laba-laba menghindari kerepotan? Cakar khusus pada kaki-kaki laba-laba membantu mereka berpegangan pada serat-serat sutera dan bergerak. Laba-laba juga membuat jenis sutera yang berbeda beda, beberapa di antaranya tidak bersifat lengket.

Para laba-laba bergantung pada sutera untuk banyak kepentingan. Di samping menangkap dan membungkus makanan, sutera juga melindungi telur-telur mereka, membantu mereka memanjat, dan menyediakan sedikit tempat perlindungan.

Meskipun semua laba-laba memproduksi sutera, tidak seluruh laba-laba merajut jejaring. Laba-laba jenis ini tidak bergantung pada insting yang canggih untuk bertahan hidup.

Dengan pandangannya yang tajam, laba-laba serigala yang hidup di dasar hutan sedang memcari mangsa. Laba-laba berkaki biru ini bersembunyi dalam bebungaan, bersiap menyergap mangsanya.

Semua laba-laba membunuh mangsa mereka dengan menyuntikan racun mematikan melalui rahang mereka. Tapi sedikit sekali gigitan laba-laba yang berbahaya bagi manusia. Mungkin karena satu alasan kita yang takut terhadap laba-laba akan berbuat sesuatu dengan tampang dengan tampang mereka.

Bersyukur karena kakinya berbulu dan tubuh yang besar, tarantula ini memiliki reputasi buruk. Tapi bagi sebagian manusia gigitan tarantula tidak lebih berbahaya dibanding satu sengatan lebah.

Laba-laba adalah predator yang mengagumkan yang telah bertahan hidup sekitar 300 juta tahun. Mereka memainkan peranan penting dalam ekosistem mereka. Tanpa mereka, populasi seranga akan menyebar tak terkendali sehingga menggagalkan panen dan menyebarkan penyakit. Laba-laba juga menjadi makanan bermutu bagi makhluk lainnya.

Maka, jika nanti anda ingin membuang seekor laba-laba, berpikirlah lagi. Laba-laba bisa membuat kita takut, tapi mereka lebih bermanfaat dari yang kita sadari.