Kring..Kring Blaaarr (bom sepeda di kalimalang bekasi)
Lelaki itu terkapar bersimbah darah. Sesaat ia berusaha bangkit, berdiri sempoyongan dan tertatih menjauh, lalu sekarat pun menghampirinya. Kemudian kerumunan massa, kesigapan aparat dan ruang gawat darurat adalah persinggahannya.
Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari peristiwa “bom onthel” di kalimalang Bekasi, perbatasan dengan ibukota.
Bom dan bom lagi. Tidak aneh bagi telinga penduduk negeri ini. Hanya saja peristiwa teranyar tersebut sangat menyayat, memprihatinkan, menggeramkan, sekaligus menggelikan.

gambar: Polisi sedang olah TKP. Sumber: http://www.tribunjabar.co.id
Entah mungkin bisa dianggap sebagai pelaku tunggal alias ‘pelaku bom bunuh diri’ amatiran dengan motif dendam terhadap sebagian institusi aparat yang represive (baca: densus 88) menanggapi kasus terorisme tanpa azas yang benar, atau mungkin korban provokasi media yang sedemikian haus pemberitaan kasus terorisme dikaitkan dengan perampokan yang seolah terkesan menyudutkan, atau mungkin sebuah strategi baru dari pihak penebar teror dengan menggunakan ‘pengantin’ (sebutan bagi pelaku bom bunuh diri) bersepeda.
Yang jelas, apapun itu, teror yang telah tercipta itu tidak lebih telah meneror sang pelaku dan keluarganya sendiri.
Bagaimanakah pandangan semestinya dengan bom bunuh diri? Lalu bagaimanakah jika memang sebagian sistem pemerintahan ini dengan segelintir institusi keaparatannya yang terkesan bertindak tidak manusiawi dan di luar prosedur dalam menangani kasus-kasus teror demi teror ini?
Simak di halaman berikut ini: >>Bom bunuh diri, dan sikap terhadap pemerintah<<
Postingan lain tentang terorisme:

October 1st, 2010 at 9:52 pm
Seiring perjalanan waktu, batas antara siapa meneror siapa menjadi kian kabur …
October 2nd, 2010 at 9:35 am
@sugiarno: Teror ditanggapi dgn teror, demo di balas demo tandingan, somasi dibalas intimidasi. Lupa kalo ini negara hukum…
October 3rd, 2010 at 9:37 am
bom onthel itu ada pesan lingkungannya kang yakni mengajak orang2 kota untuk menggunakan kembali sepeda biar mengurangi polusi.. tapi si pelaku salah, dia malah mau mengurangi polisi
October 3rd, 2010 at 9:47 am
oh iya saya lagi bahasa social bookmark nih, nyinggung masbadar.com dikit
http://goyangkarawang.com/2010/10/social-bookmark-indonesia-lokal-vs-luar-backlink-vs-trafik/
October 4th, 2010 at 8:30 am
Jiah, cuma beda “u” dan “i”..
October 4th, 2010 at 8:49 am
@goyangkarawang: ane segera meluncur ke tekape