Dari tanah di bawah kaki kita hingga bintang-bintang di langit, materi menyusun segala sesuatu di alam semesta ini. Materi materi yang ada pada keberadaan kita: benda padat, cair, gas maupun plasma.

Dalam benda padat, molekul-molekulnya secara rapat terbungkus dan menjaga bentuk mereka. Jika ditambahkan energi, seperti panas, maka molekul-molekul mulai terpisah dan melebur menjadi cairan tanpa bentuk.

Jika ditambah energi lebih banyak, maka materi berubah menjadi gas. Gas yang dipanaskan dengan energi sangat panas akan menjadi plasma, bentuk keempat materi, di mana elektron-elektron pecah berhamburan dari inti atom mereka dan melayang-layang bebas di sekitarnya.

Meski dalam iklim yang dingin – benda padat, seperti es, akan berubah menjadi air ketika anergi panas mendorong temperature mendekati titik cair air. Benda cair tidak dapat bertahan dalam bentuk tetap, tetapi mereka memiliki volume dan akan mengisi ruang yang ada……bahkan ruangan itu seluas samudera.

Jangankan es yang jelas nyata mencairnya, batu yang padat pun melebur jika ia mendapat energi yang cukup. Batu mencair dengan panas dan tekanan dari dalam bumi, meledak dari gunung sebagai magma atau lava.

Molekul-molekul gas adalah bagian paling luar dan mempunyai energi yang lebih dari pada benda cair. Gas – seperti udara – dan gas hidrogen yang berada di alam semesta tidak mempunyau bentuk atau volume yang pasti. Gas yang terpanaskan secara hebat di alam semesta disebut plasma.

Plasma menyusun lebih dari 99 % semesta alam yang terlihat oleh kita. Partikel-partikel yang terenergikan secara elektris adalah bahan dari bintang-bintang.
Ahli fisika Albert Einstein yang muncul dengan sebuah rumus – E=mc2 membantu menjelaskan hubungan antara energi dan massa. Tafsiran yang paling sederhana menjelaskan mendukung bahwa materi dapat di konversi menjadi energi dan eneergi menajdi materi.

Teori tersebut membantu menjelaskan awal mula alam semesta yang membuat penasaran ketika energi dalam jumlah yang luasr biasa berubah menjadi materi.

Tidak ada apapun dalam keberadaan materi, ini hanya mendemonstrasikan sifat kelembaman (ketidak-aktivan). Hukum alam ini maknanya adalah materi tidak berubah kecuali ia dipengaruhi faktor kekuatan dari luar materi itu.

Es bisa mencair dan longsoran salju mengalir, hanya ketika ada kekuatan bergerak, seperti panas yang mendorongnya.

________________________
Judul Asli: State of Matter. Diterjemahkan dari Microsoft Encarta Encyclopedi Discoveri Video 2004

No related content found.