Kebaikan itu sebaik rasanya, demikian tulis Al Qorny dalam bukunya, laa tahzan/ jangan bersedih.

Saya mungkin merasa lebih baik diberi rasa lupa oleh Tuhan akan kebaikan2 (jika pernah) yg pernah saya lakukan.

Suatu saat saya ingat dgn satu perbuatan yg entah apa saya menganggapnya suatu kebaikan. JIka ingat itu asa rasa tenang mengalir dalam dada saya seolah air telaga yang mengalir membasahi kerongkongan dan memenuhi lambung saya yg dahaga. Tak bisa saya bayangkan.

Sedih rasanya jika dengan mengingat hal ini akan menjadi suatu riya yg kelak menerbangkan semua milik dan bekal di hari ketika seluruh manusia dikumpulkan dan hanya berbekal perbuatan baik.

Sungguh, kebaikan itu memang sebaik rasanya, dan kejahatan itu sejahat rasanya. Anda pernah merasakannya? Tulislah di sini.

No related content found.