ibu, maafkan aku (sebuah puisi tentang ibu)
Link Download: >>CLICK HERE<<
terberkahilah parasmu
terberkahilah namamu
wahai tercintaku
terahmatilah senyummu
senyum yang selalu menenangkan jiwa ini
wahai tercintaku
sepanjang malam
sepanjang waktu
begitu pedulimu padaku
meski tak pernah diri ini menyadarinya
kini terlambatlah bagiku
maafku ibu
sekarang, ku sendiri dgn penat beban penyelasan
bertahun ku membuatmu terluka
seandainya ku bisa terlelap di pangkuanmu lagi
ibu, aku kehilangan arah tanpamu
engkaulah matahari yang menerangi hariku
kini siapatah kan menyeka air mata ini
seandainya dulu aku tahu hal ini
ibu aku kehilangan arah tanpamu
ibu, ibu, ibu betapa kumerindumu
Bersabda Ia, Nabi yang mulia tentang engkau wahai ibu, berkali-kali
Ibu, kau selalu di hati ini, di setiap mimpi-mimpiku
Kini kau pergi dan tinggalah ku sendiri
wahai cahaya mata
wahai penenang di setiap malamku
Kini kau pergi dan tinggalah ku sendiri
Siapakah kan memelukku selain engkau
Siapakah kan menyelimutkan kehangatan selainmu?
Siapakah lagi kan menjaga dan memberiku peduli selainmu?
ibu, maafkan aku
—————————–
- Muh. Al Omary, >>Umi Enti Malaak
- Sami Yusuf Al Muallim, Click Here
- Other Nasheed: Download Nasyid Lainnya
- Artikel lain: Adab kepada Orang tua

December 22nd, 2009 at 5:11 pm
Surga di bawah telapak kaki ibu, di tangan ibu, sangat menentukan surganya anak – anak, begitu tingginya kemuliaan ibu, Rosululloh SAW, memberikan nilai 3 untuk ibu, agar anak santun padanya, sedangkan bapak hanya nilai 1.
Ridho Allah sangat bergantung dengan ridho orang tua, murkanya Allah tergantung dengan murkanya orang tua. Wahai anak – anak, minta maaflah kalian pada orang tuamu, hari ini berikan kesenangan pada orang tuamu, karena hari ini hari ibu. Selamat untukmu ibu. Semoga Allah SWT memuliakan engkau, dunia dan akhirat. ” Wahai tuhanku, ampunilah dosa – dosaku, ampunilah pula dosa – dosa orangtuaku, muliakanlah mereka, karena mereka telah memelihara dan mendidikku sejak dalam kandungan sampai akhir hayatku.”
January 6th, 2010 at 4:11 pm
kasih ibu sepanjang jaman
kasih anak sepanjang galah
itulah pepatah orang tua dulu yng sering terjadi di kehidupan kita
hikz… semoga kita menjadi anak² yng slalu akan ingat jasa² orang tua terutama IBU
keep blogging masbadar
January 8th, 2010 at 11:06 am
puisi yang menarik, jadi pengen nangis huhuhuhuhu
January 15th, 2012 at 8:05 am
Bismillah,
kemana……..?
dimana………?
siapa…………?
keluargaku…,sungguh aku begitu merindukan mereka!!!!!!!!!
terutama engkau wahai
I B U ………………….
34 thn yg lalu saya diangkat sbgai anak oleh bapak Zain Machmud Rahimahullah dgn nama asli Syahrial,suku padang,anak bungsu dari 7 bersaudara,saat ini saya beusaha mencari keluarga saya,bagi yg memiliki info tlng kabarkan