faith freedom | ali sina | forum pemurtadan | pluralisme | atheis | liberalisme

Bismillah. Ingin menulis tentang situs FFI/ alias faithfreedomindonesia, eh ketika browsing dapat postingan ini, ah dari pada menulis hal yg sama dgn sudut pandang yg gak jauh berbeda, mendingan tulis izin kopas dan jadilah postingan ini dengan sedikit koment dari saya pribadi.

Anda tahu FFI kan? FFI adalah forum caci mencaci Islam dengan bebas bikinan Ali Sina. Jika anda belum mengenalnya silahkan klik ini untuk mengetahuinya. Itu jika anda ingin menyaksikan debat kusir tidak jelas yang gak ada juntrungannya, silahkan berkunjung ke sana. :D

Setelah itu anda akan sedikit pusing, mual dan muntah-muntah karena saking dongkol dengan kebodohan-kebodohan mereka. Jika sudah demikian silahkan kunjungi ini: anti-faith-freedom1 atau yang ini anti-faith-freedom2

Nah, pada akhirnya anda akan tahu bagaimana berdiskusi, berdebat dan berjidal dengan cara yang jauh lebih baik/ahsan. :D

————————————-

http://azizahmad.wordpress.com menulis: …………….”Tadi sempat lihat2 ke website http://www.indonesia.faithfreedom.org – Faith Freedom International (FFI).

Membayangkan namanya, semula saya berharap akan menemukan diskusi-diskusi ilmiah yang sehat, dengan saling beradu argumen. Bukankah diskusi dilakukan dalam rangka mencari kebenaran? Artinya kedua pihak bersedia menerima argumen2 yang dikemukakan lawannya jika ternyata argumen itu logis, atau mematahkan argumen tersebut dengan ilmiah.

Harapan saya sama sekali patah. Sama sekali nggak saya temukan diskusi ilmiah, melainkan debat kusir yang kampungan dan jorok.

Juga, semestinya diskusi faith-freedom dilakukan dengan berimbang, meninggalkan prasangka2, stigma2, maupun stereotip2 kelompok faith tertentu. Tapi yang saya temukan ternyata HANYA anti-Islam. Mestinya alamat URL-nya diganti http://www.anti-islam.org atau yang lain yang lebih pas dengan isinya. Vulgar banget kebencian yang mereka tampakkan kepada Islam.

Debat yang ada terbagi menjadi 2 kubu (seperti biasa), pihak Islam dan pihak anti-Islam. Sama-sama orang Indonesia.

Alhamdulillah, yang pihak Islam masih terlihat santun dan berargumen dengan baik (meskipun lama2 terpancing dan mulai mem-bego2-kan lawannya, hehehe :D ). Satu per satu pertanyaan dijawab dengan baik.

Alhamdulillah juga, pihak anti-Islam terlihat sangat buruk dalam berdebat, mengulang2 pertanyaan yang sudah dijawab, benar2 memperlihatkan ciri khas yang penuh kedengkian dan kebodohan. Nggak terstruktur, nggak ilmiah, ngomong jorok, misuh2, etc-lah, sesuai kapasitas IQ, EQ dan SQ mereka.

Namun, apapun yang diuraikan oleh pihak Islam, sama sekali nggak menyentuh mereka. Karena memang sejak awal, mereka berdebat BUKAN untuk mencari kebenaran. Misalnya, ngajak debat tentang gerakan2 shalat, padahal mereka nggak tau shalat itu seperti apa. Mereka menduga2, bahwa gerakan2 shalat itu diambil dari kebiasaan kaum pagan. etc-etc..

Kalo saya sendiri males nanggapi debat seperti itu. Capek, buang2 tenaga, waktu, dan pikiran. Toh yang mereka cari bukan kebenaran, melainkan hanya sekedar melampiaskan kekesalan dan kebencian mereka pada Islam. Mungkin mereka pernah disakiti oleh tetangganya atau kerabatnya yang Islam, jadinya kebawa2 jadi benci Islam. Ngga nalar, kan?

Jauh lebih enak kalo diskusi dengan orang orientalis – barat. Ilmu mereka tentang Islam luas, namun kebanyakan mereka masih MAU dan MAMPU berfikir. Kalo pertanyaan2 dan argumen2 mereka bisa kita jawab (meskipun itu sangat sulit, karena kaum orientalis biasanya benar2 paham tentang Islam), mereka akan mengakui kebenaran.

Mengikuti debat ini, diam-diam, saya jadi merinding ngeri. Di Indonesia yang mereka minoritas saja, mereka berani berbuat seperti itu. Apalagi kalo mereka mayoritas?? Mungkinkah bakal terjadi tragedi inkuisisi spanyol versi Indonesia? Di jaman modern begini?

Naudzubillah……..”
——————————————————————-

aslmkm,  pikiran yg sama mas aziz. Saya beberapa kali mengamati postingan di sana, ah gak ada mutunya.  Makin menunjukan siapa mereka sebenarnya..tidak ada selain memperkuat cinta kita terhadap islam ini.

Mereka begitu karena sedikit, sama2 merasa punya dendam dan keirian yg sama terhadap Islam di Indonesia ini. Saya harap sih pemerintah segera bertindak demi keamanan dan ketertiban bermasyarakat dan beragama di indonesia.

Ah, gak perlu merinding melihat kekonyolan mereka. Kalopun mereka banyak dan mayoritas, pasti mereka juga akan sibuk saling memakan satu sama lain, lihat aja negara2 tempat paham mereka mayoritas.

Hanya perlu sedikit pendidikan intelektual bagi mereka agar mau berdialog secara gentle di forum2 nyata yg terbuka, misalnya di kampus. Sayang mereka emang udah keburu takut setengah mati sama islam dan ummatnya.

Udahlah, sekarang bagaimana kita belajar dan terus memperbaiki diri dengan keislaman kita, gali ilmu terus dgn sabar, amalkan dgn sabar, sebarkan sesuai kemampuan dgn sabar pula. (masbadar)