Tulisan dalam artikel ini secara khusus membahas tentang adab-adab yang berkaitan dengan telepon seluler (ponsel / handphone). Permasalahan yang dibahas tentang telepon seluler sebagaian sama dengan telepon biasa, hanya saja telepon seluler meiliki kekhususan yang tidak terdapat pada telepon biasa.

Di antara perbedaannya adalah bahwa ponsel biasanya dipegang oleh satu orang tertentu, sedangkan telepon umumnya dipasang di tempat umum seperti kantor atau rumah, dan dipergunakan oleh banyak orang. Ponsel juga memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak dimiliki oleh telepon biasa (seperti SMS, games, kamera digital, dll).

Tidak diragukan lagi, bahwa HP merupakan karunia besar sehingga manusia bisa memenuhi kebutuhannya dengan lebih cepat dan lebih mudah. Tetapi ada beberapa masalah yang menyebabkan hilangnya sifat syukur atas nikmat yang besar ini. Ada hal-hal yang harus diperhatikan dan dijaga agar manfaat yang diharapkan dapat benar-benar dirasakan serta tidak menjadi penyebab kemudaharatan bagi pemiliknya.

Di antara hal-hal yang harus dijaga dan diperhatikan berkenaan dengan HP ini adalah :

  1. Sederhana dalam percakapan
  2. Mematikan HP atau menyetelnya dalam posisi tanpa nada dering ketika memasuki masjid.
  3. Merekam pembicaraan, atau meletakkan HP di dekat pengeras suara di hadapan orang banyak tanpa sepengetahuan orang lain.
  4. Meletakkan HP di sembarang tempat
  5. Menjaga adab berSMS, Meneliti kebenaran SMS, Mewaspadai SMS yang buruk, Memperhatikan perasaan dan kondisi orang yang dikirimi SMS
  6. Melihat HP orang lain dan membaca SMS yang tersimpan tanpa izinnya
  7. Hindari kiriman SMS buruk
  8. Menjaga adab dalam menggunakan HP untuk hubungan antar lawan jenis
  9. Tidak menggunakan HP di majlis untuk keperluan yang sia-sia
  10. Hindari Pamer dan dan kepuran-puraan

Menggunakan HP untuk hubungan antar lawan jenis

Hal ini termasuk dampak negatif yang paling berbahaya dari penggunaan HP. Para ulama terdahulu telah banyak mempringatkan bahaya telepon, dan memperingatkan akan wajibnya berhati-hati dengan tidak menyerahkannya ke tangan orang yang jahil. Kemudian muncullah teknologi HP, maka bahayanya menjadi lebih luas. HP ini berada di tangan orang pandai maupun bodoh, laki maupun perempuan, tua atau muda. Maka wajib bagi orang yang berakal untuk mewaspadai bahaya ini yang akan memudahkan hubungan lawan jenis, dan bagi orang yang bermain-main dengan kehormatan hendaknya meyadari akibat dari perbuatannya, hendaknya dia merasa diawasi oleh Rabbnya, dan merasakan pengawasanNya. Mereka hendaknya merenungkan bagi dirinya sendiri, bahwa kebahagiaan yang sejati tidak akan didapatkan dengan cara yang haram ini. Bahkan cara-cara semacam itu hanya kan menimbulkan kesusahan dan kerusakan bagi dirinya serta menyebabkan terbuangnya harta mereka dengan sia-sia. Juga akan menyebakan kebinasaan di dunia maupun akhirat. Barang siapa meningggalkan sesuatu karena takut pada Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Manisnya nikmat menjaga diri itu jauh melebihi lezatnya syahwat dan maksiat.

Banyak menggunakan ponsel di majlis untuk keperluan yang sia-sia

Terutama pada majlis-majlis ulama besar, sebagian orang tak henti-hentinya mebolak-balik HP, memainkan nada deringnya, dan melakukan permainan yang biasanya ada pada sebagian HP. Ini merupakan perbuatan yang tidak layak bagi orang yang berakal.

Pamer dan Pura-pura

Seperti keadaan orang yang ingin dipandang orang lain, atau ingin menunjukkan kebesarannya, ingin dikenal sebagai orang penting, dengan cara mengesankan kepada orang yang ada di sekitarnya bahwa ada seseorang pembesar atau orang yang memiliki kedudukan sedang menghubunginya. Berkata Syiakh Bakr bin Abu Zaid, tentang seseorang yang cinta pada kebesaran, dan suka dipuji dalam hal yang tidak pernah mereka lakukan “ Telah datang hadits shahih dari Nabi saw bahwa beliau bersabda “Orang yang merasa puas dengan apa-apa yang tidak ada padanya seperti orang yang memakai pakaian kepalsuan” (HR Bukhari 5219, dan Muslim 2129-2130). Diantara orang yang menelepon ada yang menemapakkan seolah-olah dia melakukan pembicaraan dengan seseorang yang memiliki kedudukan tinggi atau jabatan penting, Dan ingin menunjukkan keistimewaannya dengan menampakkkan bahwa dia sedang dihubungi oleh orang tersebut. Engkau melihat orang pandir ini ingin menipu orang lain seolah dia adalah orang penting, sembari mengucapkan kata-kata atau melakukan gerakan-gerakan yang mendukung tipuannya. Seakan-akan dia ingin berkata “Inilah Aku, maka kenalilah aku!”. Padahal sesungguhnya itu hanya pembicaraan yang bersifat pura-pura. Dan yang penting agar mereka tahu bahwa tipuan itu gampang dikenali orang, dan sedikit orang yang bisa menyembunyikan keadaan yang sesungguhnya. Maka janganlah kalian menempuh jalan mereka (Adabul Hatif, 35-36).

Inilah berapa petunjuk dan peringatan seputar penggunaan HP berikut adab-adab yang seharusnya dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan, semoga shalawat dan salam tercurah kepada nabi kita Muhammad, kepada seluruh keluarga serta sahabatnya.
————————————————
oleh: Muhammad bin Ibrahim Al Hamd – 9-3-1424 H – Az Zulfa 11932 PO Box 420

http://www.toislam.net

—————————————————————

  1. Bag. 02 Adab Bertelepon
  2. Bag. 03 Adab Bertelepon
  3. Bag. 04 Adab Bertelepon
  4. Bag. 05 Adab Bertelepon
  5. Bag. 06 Adab Ber SMS
  6. Download artikel ini Versi Ms Word DOC
  7. Download artikel ini Versi PDF