Selama abad terakhir, kita telah pergi dari kuda dan kereta andong hingga ke dunia yang sesak dengan ratusan juta mobil.

Dari mobil model T hingga mobil balap paling mutakhir, satu hal yang tetap sama: mesin pembakaran bagian dalam. Pada mesin-mesin ini, uap bensin di semprotkan ke ruang piston. Ketika percikan ditambahkan, campuran udara dan bahan bakar akan memercik, dan mendorong piston ke bawah dan memutar poros engkol. ketika piston bergerak turun, ia mendorong sisa percikan keluar dari piston, dan perputarannya berulang.

Ambillah bahan bakar yang tak terbakar dan karbon monoksida pada knalpot, kalikan saja dengan jumlah mobil di jalanan, dan anda dapat mengetahui mengapa mobil ditetapkan sebagai ancaman yang serius bagi lingkungan.

Bagaimana jika kita bisa memberi daya kepada mobil kita dengan sebuah reaksi rendah yang berbeda? Lebih murah dan lebih bersih dari mesin yang pernah ada sebelumnya? Para ilmuwan semakin dekat saja dengan solusi itu.

Bis ini dapat berlari pada kecepatan jalan tol 100 mil perjam. Tapi tidak seperti bis bertenaga diesel lainnya, bis ini berlari tanpa berisik dan hanya menghasilkan air sebagai pembuangannya. Bis ini ditenagai oleh sesuatu yang disebut bahan bakar sel.

Sebuah sel bahan bakar memproduksi listrik, tetapi sel bukan sebuah battery. Sebagai penggantinya, hydrogen dan udara berproses pada masing-masing sisi membran. Membran menginduksi hydrogen dan atom-atom oksigen untuk bercampur dan memproduksi air dan energi. Sel tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak, ia menghangat perlahan terhadap sentuhan, dan selama hidrogen dan udara yang disediakan, sel tidak akan melemah sebagaimana batterei. Ide bahan bakar sel ini telah dimunculkan sejak lama, akan tetapi hingga kini, terlalu tidak effisien untuk dipraktekan.

Kemudian, suatu hari seorang insiyur pada Ballard System melihat jenis membran baru yang telah berada pada bengkel kerjanya beberapa bulan. Ketika ia mencobanya, ia menemukan bahwa sel –sel itu menghasil kekuatan sebanyak 4 kali lipat.

Lebih jauh, teknologi tenaga sel masih dalam tahap percobaan. Dan dengan begitu banyak yang diinvestasikan pada teknologi tua bahan bakar minyak, teknologi ini mungkin sementara saja sebelum kita mengendarai mobil berbahan bakar sel.

Tetapi dengan ancaman terus menerus dari naiknya harga minyak dan polusi, tidak akan pernah ada saat yang baik untuk sebuah penggantian. translated by: masbadar

—————————————————————

  1. Download artikel ini Versi Ms Word DOC
  2. Download artikel ini Versi PDF