Bagi saya tidur tengkurap berbantal tangan sungguh nikmat, selain karena menghindari silaunya lampu yang terus menyala (anak kami yang paling bontot suka ngamuk kalo lampu di matikan, padahal sih mestinya ia tahu ada acara lain buat orang tuanya..hihi..) juga karena mungkin (ehems) tidur dalam posisi ini lebih cepat mengundang datangnya mimpi indah (tahu kan..).

Jika ditinjau dari masalah kesehatan, (silahkan klik posisi tidur sehat) mungkin saya jadi berpikir 1 kali …dan jika mengingat aturan Nabi ‘alaihissholaatu wa salaam tentang tidur, lagi-lagi jadi berpikir sekali lagi jadinya berpikir 2 kali dan terpaksa selalu tidur sesuai aturan.

Sungguh hidup diatur begini emang gak enak..kadang saya berpikir islam itu mungkin satu-satunya aturan yang aneh, sampe masalah tidur kok ya di urusin, bahkan dalam suatu sabdanya yang lain beliau yang saya cintai juga menyinggung masalah buang air..

Memang sih bukan enak atau gak enak yang jadi tolak ukur. Kadang kita diuji dengan sebuah ketaatan ketika suatu aturan membuat kita gak nyaman sekaligus bingung karena tidak mengerti apa manfaat di balik aturan tersebut. Mungkin contohnya banyak sekali. Mengapa begini dilarang mengapa harus begitu, harus begini, terkadang kita dapat menerka manfaat suatu larangan, kadang hanya bisa merasakan sisi baik dari suatu perintah, kadang kita perlu waktu, bertahun, bahkan mungkin sejarah yang bisa membuktikan, tentang manfaat sebuah aturan.

Logis gak? salam.., posting ini terinspirasi dari tempat tidur