Gambar ini memperincikan susunan kamera film. Kamera film bekerja pada dasarnya sama dengan kamera umum yang digunakan untuk memotret. Perbedaannya, kamera film mengambil dalam jumlah yang banyak dalam rangkaian yang cepat dan membutuhkan film yang lebih panjang dan membutuhkan rol yang lebih besar untuk menyimpan film dan sebuah emkanik yang telah diseduaikan khusus untuk pensuplaian film yang melaluinya.

Lihat tulisan sebelumnya: Aspek Teknis Pembuatan Film

Proses fotografi di mana film diekspos ke cahaya untuk menciptakan sebuah gambar yang sesuai dengan foto pada umumnya. Lensa-lensa kamera yang berbeda-beda panjang fokusnya digunakan sesuai kebutuhan untuk memperoleh sudut pandang atau effek fotografi yang diinginkan, dan merubah pembukaan lensa (lens aperture) akan menontrol banyaknya cahaya yang ditangkap film. Shutter speed (kecepatan menutup), menentukan berapa lama film diexpos pada cahaya, dan pembukaan yang bersamaan mengakibatkan pencahayaan yang relatif atau kegelapan gambar.

Bagian yang paling penting dari kamera film ialah lensa, shutter (penutu), dan dua rel yang mensuplai film dan menggulungnya kembali. Ketika kamera film dioperasikan shutter atau penutupnya akan membuka dan mengekspos film yang akan menangkap gambar dan membentuknya dengan lensa. Shutter kemudian akan menutup dan sebuah proses mekanik yang disebut pull-down claw atau (kuku yang mengait) akan menggerakan film sepanjang bisa diexpos kembali. Pada pengoperasian yang normal siklus ini berlangsung 24 kali per detik, dan membuat 24 gambar foto yang terpisah-pisah.

Dengan mengoperasikan kamera pada kecepatan yang lebih cepat atau lebih lambat dari 24 frame per detik, tampilan waktu film dapat diperpanjang atau diperpendek. Sebagai contoh, pemfilman pada sebuah adegan berkecepatan 72 frame per detik, tetapi memproyeksikannya 24 framem per detik, akan memperlambat adegan sehingga apa yang terjadi dalam satu detik akan menjadi tiga detik pada layar. Pengoperasian kamera pada kecepatan frame lambat akan menghasilkan effek yang berlawanan dan bermanfaat untuk menayangkan proses tampilan lambat, seperti tumbuhnya sebuah tanaman. Ketika tumbuhnya tanaman difilmkam dalam satu frame setiap tiga jam dan film diproyeksikan pada kecepatan 24 framem per detik, 72 jam pertumbuhan akan ditekan menjadi perdetik, dan pada film tumbuhan akan muncul bersemi dari bumi.

Kestabilan gambar rekaman kamera berasal dari bantalan kamera dan sebuah alat pada motor kamera yang disebut registration pin, yang memegang setiap gambar frame ketika diekspos pada cahaya. Kaki tiga yang berdiri disebut tripod juga menyangga kamera, dan sebuah papan pada roda yang disebut dolly menggendalikan kestabilan kamera ketika bergerak menyeberangi lantai atau tanah. Sebuah derek atau lengan penyangga yang disebut boom menaikan dan menurnkan kamera selama pemfilman. Sebuah steadycam adalah bantalan kamera untuk menghasilkan shot yang lembut pada tempat di mana penggunaan dolly atau derek sangat sulit, seperti ketika mengambil adegan pada anak tangga. Steadycam menggunakan gyroscope dan alat elektronik canggih lainnya untuk menghindarkan kamera dari berguncang. Ketika pembuat film tidak menghendaki kamera stabil, mudah saja, operator kamera meletakan kamera pada lengannya. Tekhnik ini digunakan dalam film-film dokumenter untuk menangkap kejadian yang bergerak secara cepat atau dalam feature film untuk membuat adegan seolah-olah seperti dokumenter.