Demi mengejar jadwal ngajar english di rumah, dan pekerjaan agak menumpuk di smartdesain, akhirnya mepet-mepet juga waktu untuk pulang. Supra fit yg saya bawa terpaksa saya geber meski tidak sampai speed 80, bagi saya 70 km/jam sudah sangat cepat dari biasanya..

Rabu, 30 juli 2008 19.45: sesampai di depan FIF karawang, terlihat beberapa gerombol manusia berkumpul, sepertinya agak tidak biasa, mata saya menangkap beberapa motor berhenti dan innalillaah, sebuah motor tergeletak dengan beberapa bagian rusak, terlihat beberapa onderdil berserakan, helm yg terpental serta sesosok tubuh, perempuan kalo gak salah, digotong oleh beberapa orang.

Karena agak gelap, saya tidak begitu jelas melihat kemungkinan parahnya korban kecelakaan itu dan karena tergesa dan para penolongpun sudah banyak, saya berlalu saja..

Kembali fokus terhadap jadwal ngajar les, membuat saya lupa lagi..kali ini hampir melampaui speed 80km/ jam..sangat tidak biasa..

Dan ya robb, ternyata Allah masih sangat menyayangi saya..

di belokan Johar arah Lamaran, di depan mata saya, seorang biker berboncengan menyabet sebuah truk, hasilnya mereka berdua terpental, naas sang pembonceng berjumpalitan di aspal, ah untungnya si mobil truck melaju lambat..

Reflek, saya menghampiri mereka, melihat keadaan yg tidak begitu parah, entah kalo mereka diperiksa tulang-tulangnya.. saya hanya berkata ” hati-hati bang, pelan-pelan..”

2 pelajaran bagi saya dalam wajtu belasan menit saja. Bahwa jangan melampuai batas kebiasaan tanpa persiapan dan perhitungan. Di jalanan, teledor berarti maut.

No related content found.