Adab ber-SMS menggunakan ponsel
Tulisan dalam artikel ini secara khusus membahas tentang adab-adab yang berkaitan dengan telepon seluler (ponsel / handphone). Permasalahan yang dibahas tentang telepon seluler sebagaian sama dengan telepon biasa, hanya saja telepon seluler meiliki kekhususan yang tidak terdapat pada telepon biasa.
Di antara perbedaannya adalah bahwa telepon seluler biasanya dipegang oleh satu orang tertentu, sedangkan telepon umumnya dipasang di tempat umum seperti kantor atau rumah, dan dipergunakan oleh banyak orang. Ponsel juga memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak dimiliki oleh telepon biasa (seperti SMS, games, kamera digital, dll).
Pada umumnya ponsel memiliki fasilitas surat menyurat / pengiriman pesan singkat (SMS), maka selayaknya bagi orang yang sehat akalnya agar menjaga adab dalam hal ini. jika dia ingin mengirim pesan maka hendaknya berisi hal-hal yang baik, seperti mengingatkan atau menggembirakan, menghibur, meneguhkan hati, pesan yang mengandung pelajaran, hikmah, nasehat, teladan, atau yang semacamnya.
Meneliti kebenaran SMS
Jika SMS tersebut berisi informasi, maka hendaknya dia meneliti kebenarannya, karena dia akan menggunakan informasi itu. Hendaknya orang yang menerima informasi itu mengingat bahwa informasi tersebut akan diterima oleh orang banyak, dan akan menyebar kemana-mana, bila berdampak baik maka dia akan dapat manfaatnya, tetapi bila berdampak buruk, maka dia yang menanggung akibatnya. Maka hendaknya dia melihat mana yang patut dia ambil, mana yang layak dia sebarkan. Di antara hal-hal yang patut diwaspadai adalah pesan yang berisi anjuran untuk melakukan suatu amalan, tanpa melihat apakah amal tersebut disyariatkan atau tidak, seperti anjuran untuk berpuasa pada akhir tahun karena bertepatan dengan hari senin, atau mengkhususkan doa tertentu pada waktu tertentu untuk orang tertentu, atau mengharuskan orang yang menerima agar mengirimkannya kepada 10 orang atau lebih, maka hal ini termasuk perbuatan yang tidak pantas dan bisa jadi menjerumuskan pelakunya ke dalam perbuatan bid’ah.
Mewaspadai SMS yang buruk
Pesan singkat yang mengandung kata-kata jelek, gambar yang buruk atau foto-foto porno. Demikian pula ungkapan yang mengandung dua makna yang pada awalnya tampak buruk tetapi setelah diperhatikan lebih seksama akan tampak baik, atau kata-kata yang terputus-putus yang semakin bertambah jika menekan tombol HP. Hal-hal semacam ini menujukkan perilaku dan adab yang buruk. Berkata Imam Al Mawardi “Dan diantara yang termasuk perkataan keji yang wajib dijauhi adalah yang bentuknya bertolak belakang, secara lahiriah tampak buruk meskipun setelah deteliti sebenarnya baik (Adabud Dunya wad Diin, 284)
Demikian pula canda yang berlebihan, atau pengunaan ungkapan seksual terutama kepada wanita, yang sebagian mereka menyukai pujian dan kata-kata rayuan. Perbuatan seperti ini menyelisihi syariat, merusak adab, dan berlawanan dengan sikap syukur tehadap nikmat Allah (berupa HP) ini .
Memastikan kebenaran nomor telepon, supaya pesan yang dikirimkan tidak jatuh ke tangan orang lain. Bisa jadi hal ini akan menyakiti atau meyusahkan orang yang menerima, atau menjadikannya berburuk sangka kepada pengirim, terlebih lagi bila isi pesannya tidak sesuai.
Memperhatikan perasaan dan kondisi orang yang dikirimi SMS
Terkadang isi suatu pesan menyakitkan bagi seseorang, tetapi tidak bagi orang lain, terkadang layak untuk dikirim kepada orang yang lebih tinggi kedudukannya atau lebih tua, tetapi tidak layak untuk selain mereka. Terkadang cocok untuk seseorang tetapi tidak cocok untuk orang lain. Terkadang layak untuk dikirim pada seorang yang mengerti maksud dan tujuannya, tetapi tidak layak untuk orang yang tidak tahu maksud dan tujuannya atau tidak cocok bagi orang yang peka perasaannya, mudah berburuk sangka, maka perlu menjaga keadaan-keadaan seperti ini. Berapa banyak terjadinya hal-hal yang melampaui batas, dan buruk sangka yang menimbulkan permusuhan.
Melihat HP orang lain dan membaca SMS yng tersimpan tanpa izinnya
Hal ini termasuk membuka tabir, dan sifat kekanakan yang tercela, bahkan termasuk bagian dari sifat khianat, dan membuka pintu buruk sangka. Karena orang yang melihat SMS pada HP orang lain bisa jadi akan membaca pesan yang ia pahami dengan secara salah, atau pesan untuk istrinya dia sangka untuk seorang perempuan lain, atau pesan itu berasal dari orang lain berisi sesuatu yang tidak dia senangi, padahal si pemilik HP tidak tahu menahu. Hal ini semakin memperkuat peringatan yang telah lalu agar menjaga HP dan tidak meletakkannya di sembarang tempat. Hendaknya pemilik HP khawatir bahwa orang lain akan melihat HPnya dan membuka pesan-pesan, sehingga terbuka tabir dan menimbulkan buruk sangka.
Hendaknya orang yang suka mengirim pesan agar berhati-hati, terutama para wanita , bisa jadi ponselnya itu dilihat oleh suami temannya, atau saudaranya sedangkan orang itu sakit hatinya (berniat buruk), sehingga timbullah sesuatu yang tidak diinginkan.
Menolak SMS buruk dengan cara yang b aik.
Hal ini juga sepantasnya tidak dilakukan, maka bagi orang yang dikirimi pesan yang tidak terpuji untuk segera menolak pengirimnya dengan lembut, karena hal ini termasuk perkara menegakkan amar makruf nahi munkar, dan di dalamnya terdapat unsur nasehat kepada kebenaran, memperingatkan kesalahan, dan mengajari orang yang bodoh, jika si pengirim itu tidak mengetahui apa yang dia kirim.
—————————————————————

Leave a Reply