6 Alasan Bulan Rajab itu memiliki keutamaan dan fadhilah
keutamaan bulan rojab | artikel shaum | puasa rojab | fadilah bulan rajab| shaum rojab| bid’ah bulan rojab| shaum rojab
Bismillah. Hadits atau As-sunnah adalah apa yang disandarkan kepada Muhammad SAW, apakah berupa ucapan (Qaul), perbuatan (fi’il), persetujuannya (taqrir) dan sebagainya dengan jalan periwayatan.
Sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dianggap benar jika landasan yang digunakan tidak terdapat cacat atau celaan menurut kaidah-kaidah ilmu Hadits yang mu’tamad (yang kuat). Seperti tidak adanya para perawi pendusta, lemah, dan berbagai cacat lainnya dimana hal itu bisa dibuktikan dengan kaidah ilmu hadits tersebut. Dengan kata lain berbagai alasan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad tetapi bisa dibuktikan bahwa sandaran tersebut mengandung cacat dan cela maka hal tersebut adalah bukan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan orang yang berbuat hal tersebut termasuk para pendusta atas nama beliau.
Berbagai alasan yang sering dijadikan sandaran mengenai keutamaan puasa Rajab adalah sebagai berikut:
Alasan Pertama
Konon Nabi SAW pernah bersabda: Rajab itu bulan Allah dan Sya’ban itu bulanku sedangkan Ramadhan itu bulan umatku. Maka barang siapa puasa Rajab dengan iman Dan ikhlash ia berhak mendapat keridhaan Allah yang amat besar dan Ia akan tempatkan dia di surga Firdaus yang paling tinggi. Dan siapa yang puasa Rajab dua hari maka ia akan dapat pahala dua kali dan tiap-tiap pahala beratnya seberat gunung didunia. Dan siapa yang puasa Rajab tiga hari maka Allah akan menjadikan antara dia dan neraka satu parit sepanjang perjalanannya satu tahun. Dan siapa yang puasa Rajab empat hari maka ia akan diselamatkan daripada kecelakaan, penyakit gila, kusta, supak, fitnah Masiihud Dajjal, dan siksa kubur. Dan siapa yang puasa Rajab enam hari maka ia akan keluar dari kuburnya sedang mukanya lebih bercahaya dari bulan purnama. Dan siapa yang puasa Rajab tujuh hari maka sesungguhnya bagi neraka jahannam itu ada tujuh pintu yang tertutup untuknya dengan puasa tiap-tiap hari satu pintu dari beberapa pintunya. Dan siapa yang puasa Rajab delapan hari maka sesungguhnya surga itu memiliki delapan pintu yang dibuka Allah untuknya dengan puasa pada tiap-tiap hari satu pintu dari beberapa pintunya. Dan siapa yang puasa Rajab sembilan hari maka ia akan keluar dari kuburnya sambil menyeru La ilaaha illallah dan tidak akan dipalingkan mukanya dari surga. Dan siapa yang puasa Rajab sepuluh hari Allah mengadakan baginya pada tiap-tiap satu mil dari jembatan shirathal mustaqim permadani yang dibuat istirahat olehnya. Dan siapa yang puasa Rajab sebelas hari maka tidak ada orang yang lebih utama dari padanya dihari kiamat selain orang-orang yang puasa seperti dirinya atau melebihinya. Dan siapa yang puasa Rajab dua belas hari maka Allah akan pakaikan padanya dihari kiamat dua pakaian yang tiap-tiap pakaian lebih banyak dari dunia dan seisinya. Dan siapa yang puasa Rajab tiga belas hari maka ia mendapatkan hidangan dibawah Arsy lalu ia makan sedangkan orang-orang lain dalam kesusahan yang sangat. Dan siapa yang puasa Rajab empat belas hari maka Allah akan memberikan ganjaran yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan ganjaran yang belum pernah terlintas dihati manusia. Dan siapa yang puasa Rajab lima belas hari maka Allah akan menghubungkannya dengan orang-orang yang selamat Dan tak seorangpun malaikat atau nabi yang melewatinya kecuali berkata berbahagialah engkau, engkau termasuk golongan orang-orang yang selamat (HR. Ibnu’Adie).
Ketahuilah, HADITS INI TERMASUK HADITS PALSU.
Dalam rangkaian sanad hadits ini terdapat: -1. AlKasa’i yang menurut Imam Suyuthi seorang yang tidak terkenal dikalangan ahli Hadits. -2. Abu Bakar Muhammad bin Hasan an-Naqas yang dikenal oleh Imam Thalhah bin Muhammad Asy-syahid sebagai tukan dusta dalam urusan hadits, dan dikenal oleh Imam al-Barqani sebagai Munkarul Hadits (Pembawa hadits yang diingkari/ditolak riwayatnya), sedangkan Imam Suyuthi memasukkannya sebagai rawi (pembawa hadits) pemalsu hadits.

July 10th, 2009 at 2:43 pm
bs jadi ini artikel pengeras hati, pemecah umat, penyulut khilafiyah yg mjd rahmat, ….jika y anda katakan benar mk pengamal hadis ini blm tntu masuk neraka bhkan y dilakukannya adlah kebaikan dan tiada nas y wadhih melarangnx, klo y anda katakan salah anda telah menyalahkan banyak umat yang mengamalkannya, perawi2 hadis n pngucap hadis…muhadiskah anda…siapa yang Allah kehendaki kebaikan akan disibukkan dengan aibnya…ane husnudzun ntm niatnya untuk menasehati…
July 10th, 2009 at 2:48 pm
@anonim: syukron telah khusnudzan dengan artikel ini, berarti ente dah baca dari awal hingga akhir.. semoga kelak ente bisa sekali-kali merasakan perbedaan pendapat yang kata ente adalah ‘rahmat’.
August 29th, 2009 at 12:08 pm
السلام علسكم ورحمة الله وبركاته
terimakasih atas segala kirimannya kepada email kami tentang tulisan-tulisan ilmu yang bermanfaat, semoga dapat menjadi penerang dalam perjalanan ummat. sekali lagi mohon kami diijinkan untuk ikut serta dalam menda’wakan ilmu melalui blok kami. sukron jaziilan.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
June 15th, 2010 at 6:12 pm
السلام عليكم…
maaf numpang tanya, karena saya hanya seorang pentuntut ilmu yg g bisa apa², bagaimana dengan tafsir tentang bulan rajab yg ini :
«خيرة الله من الشهور شهر رجب وهو شهر الله
itu saya temukan di kitab “TAFSIR QUR’AN AD-DURRUL MANTSUUR (تفسير القرآن العظيم الدر المنثور) jilid 8, cet. Darul Fikr Beirut, hal. 5960
Apakah dalil tersebut juga PALSU?
terimakasih
والسلام عليكم..
June 15th, 2010 at 6:16 pm
@Muhammad Nufail: Silahkan merujuk ke asal artikel ini, bukankah telah saya sediakan linknya dibagian akhir makalah..?
Klik ini: http://forum.dudung.net/index.php?topic=6553.0;wap2
Atau, jika anda bisa berbahasa Arab, anda bisa melihat forum lain serupa di sini: http://www.saaid.net/mktarat/12/8-8.htm
June 17th, 2010 at 12:36 pm
Masya Allah… Semoga Allah merahmati nte.
Shollu ‘alaih
June 18th, 2010 at 6:42 am
subhanallah…orang berbuat kebaikan semata2 berharap ridha Allah kok dibilang palsu melulu.barang siapa suka mengucapkan “palsu” berarti dia cinta kepalsuan
June 18th, 2010 at 8:32 am
@dzuriyah: subhaanallaah itu ucapan jika melihat keajaiban, kebaikan dan lain sebagainya. Dikatakan palsu, ini konteks pembicaraan keotentikan sebuah ilmu, bukan konteks membicarakan niat baik seseorang. Oke,mari bicara niat baik, berapa banyak kehancuran dan kegagalan hanya karena berbekal niat baik saja…? jawab!!!! Apa definisi niat baik? jawab..!! apa definisi baik? jawab!! Jawablah jika berakal!!
June 18th, 2010 at 9:06 am
@MWS: baarakalaahu fiik.. la’allakum fii rahmatillahi aidhon..
@goodreader: jgn lebay komentnya,pls.. anyway thnks dah ikutan koment..
@dzuriyah: Semoga Allah merahmati anda. Jika anda baca dengan seksama artikel di atas, maka anda tentu mendapatkan sebuah wacana yg selama ini berbeda dengan apa yg telah anda anut dan anda yakini kebenarannya tanpa mengkritisi. Semoga anda bisa bijak menerima pendapat yg berbeda dengan pendapat dan kebiasaan anda. salam
June 19th, 2010 at 9:50 am
@good reader:ali ra dan muawiyyah ra jg ada khilafiyah dan kedua2nya ahli syurga… @penulis smoga Allah merahmati anda yang berjiwa rahmat
June 27th, 2010 at 4:56 pm
Yang mau puasa ikhlas mengharap rida Allah silakan, yang enggak mau jangan ngelarang..
June 28th, 2010 at 9:09 am
@alireza: syarat ibadah ada 2, ikhlas dan ittiba’ur rosul. 2 syarat itu gak bisa dipisahkan satu sama lain. Ikhlas saja tanpa ittiaburr Rosul (mencontoh/mengikut nabi) seperti orang yang sholat dzuhur 5 rokaat dgn ikhlash. Sama saja orang yg berpuasa tanpa ilmu hanya berdasarkan ‘perasaan ikhlas’ dan dalil ‘katanya-katanya’ siapa yangg akan bertanggung jawab jika kelak Nabi mengkonfirmasi, “siapa yg nyuruh ente puasa?” Jawabnya gampang; Ali Reza yg bertanggung jawab!
June 28th, 2010 at 9:58 am
@goodreader: peace!!
jgn mewek begini..
@alireza: wah, ada yg senewen.. he..he. ente berilmu kan? bantah dong dgn discuss yg ilmiyyah
July 3rd, 2010 at 11:43 am
Allah dan Nabi tidak suka terhadap golongan orang yang suka menyalahkan orang lain, apalagi saya yakin ilmu anda belum dalam betul. HATI-HATI…NERAKA JAHANAM ITU SANGAT PANAS!!!!
July 3rd, 2010 at 11:52 am
@paidul: pake nama samaran yang bener mas
. Btw, saya lebih menghargai komentar berbobot seperti Sdr. Muhammad Nufail di atas.
April 25th, 2011 at 11:40 pm
aslkm mf ane baca tulisan yang di atas ko semua palsu mna yang sohkeh jdi bingung ane me yikapi tlg di baiki lgi
April 25th, 2011 at 11:44 pm
maff lo orang yang baca msih kelas dasar etar jdi bingung mu mlih yang mana tolong ksih kesimpulan yang baikk
April 26th, 2011 at 10:58 pm
nabi sudah berpesan apabila perbuatan bik sehabis rosul tiada tu boleh2 aja g ada kta2 mubah berti orang yang mengmalkan semua hds yag di ats tuk sangat baik falohuaklam bisowab
April 27th, 2011 at 8:38 am
@sodri: mohon tulis komentar anda dengan rapi. Jangan lupa kalo menyebut dari Nabi SAW, sebutkan haditsnya, di kitab apa, juz berapa, dan cetakan mana dan tahun berapa
June 3rd, 2011 at 8:25 pm
Menanggapi tentang tulisan di atas, tentang keutamaan bulan rajab. Mari kita beribadah dengan ikhlas, dengan hati yang bersih. Hindari perdebatan yang bisa memecah belah umat, Mari kita berusaha selalu menambah ilmu agama, dengan mencari guru, jangan menafsir sendiri, jangan mersa sudah cukup dengan ilmu yang kita miliki. Manusia cenderung ingin mudahnya saja, dan hanya berfikir yang masuk akal saja, Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah kepada kita semua. Amin
June 4th, 2011 at 8:32 pm
بِسْــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Saya mau tanya apakah ada riwayat bahwa para Sahabat Rosul SAW melaksanakan ibadah shaum Rajab???
Sependek pengetahuan saya, saya belum pernah menemukan hadits yg menerangkan bahwa para sahabat pernah melaksanakannya.
Hemat saya kalaulah shaum Rajab itu baik, sebelum kita melaksanakannya pasti para sahabat sudah lebih dulu mengamalkannya daripada kita.
السَّــــــــــلاَمُ عَلَيْــكُمْ
June 6th, 2011 at 11:43 pm
puasa senin kamis aja lah bulan rajab mah…
sah-sah aja kan puasa sunah seperti bulan2 lain….
June 7th, 2011 at 8:14 pm
orang yang berilmu celakanya bukan oleh maksiat tapi oleh KESOMBONGAN TAKABUR MERASA LEBIH BENAR WALAUPUN KEBENARANNYA HANYA KATA ORANG LAIN,seperti aku
June 7th, 2011 at 8:46 pm
Janganlah saling meyalahkan,kalau amalan itu tidak merugikan,kenapa harus di perdebatkan,bukankah setiap kebaikan pasti dapat ganjarannya,puasa itu baik untuk ibadah maupun kesehatan jiwa juga menahan diri dari hawa nafsu,hadis2 palsu yang tersebut di atas semuanya baik dan kami juga mengamalkan karna bisa menyibukkan diri dengan ibadah,soal nilai ibadahnya diterima atau tidak,berdosa atau tidak,itu urusan Allh Yang sejati,kita tidak boleh memfonis sendiri
June 8th, 2011 at 9:28 am
@gusti: ini analogi, kalo saya bikin hadits palsu “bahwasannya Nabi SAW menyuruh kita sholat shubuh itu sebenarnya 5 rokaat dengan qunut di setiap rakaatnya” pasti itu akan membuat orang yang mendengar hadits dari saya sibuk ibadah, kira-kira baik gak ya? Ah, saya tambah 1 analodi lagi lagi, jika anda pernah bikin sebuah skripsi, bukankah anda selalu mencantumkan referensi ilmiah tulisan anda? Nah, mengapa dalam beragama kita tidak pernah berusaha ilmiah? Lihat di tulisan ini, bukankah bertabur referensi? lihatlah di akhir tulisan ini, bukankah saya tetap mencantumkan referensi? Lalu dari mana anda mereferensikan “kebaikan” itu?
Peace jangan marah, kita ndak lagi saling menyalahkan
Bukankah diskusi akan mempererat silaturrahmi, mempertajam instuisi dan memperkuat kepemahaman dan sikap menghormati terhadap perbedaan?
tulis komentar lagi ya..
June 9th, 2011 at 4:25 pm
Yah, Tidak Ada yang Shahih yang menerangkan tentang keutamaan bulan rajab. Tapi para Sahabat R.A. waktu ngumpulin n nyatuin mushaf2 Al-Qur’anul Kariim, Juga tidak Ada yang memerintahkan. Seperti kita berdakwah lewat mimbar intenet ini juga tidak ada yang memerintahkan. padahal dengan membuka internet sungguh rawan godaan, nah klo mnilik dari koment mas (godreader) ‘It tibaa’urRosul, apakh ada ajaran ROSULULLAH S.A.W. yang mengajarkan kita berdakwah pada tempat2 yang banyak maksiatnya, bahkan mengandung fitnah?? kembali pada puasa rajab mungkin yang diperdebatkan disini adalah hadits2nya saja. tapi tentang puasanya sendiri dalam kitab Bulughul Maram bab puasa “dari Abu Hurairah R.A., ROSULULLAH S.A.W bersabda: Janganlah engkau mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali bagi orang yang terbiasa berpuasa, maka bolehlah ia berpuasa”. jadi barang siapa yang ingin berpuasa tidak ada yang melarang asal niatnya jelas dan memang dia sudah terbiasa berpuasa,. kan dari hadits tersebut sebelum Ramadhan, sebelum Ramadhan kan panjang,…
June 9th, 2011 at 4:41 pm
@mas badar: klo saya lihat cerita akhy ini Insya Allah semuanya disadur dari website2 internet kan? nah alangkah baiknya klo kita juga mempelajari Ilmunya dari para Guru dan Ulama’ langsung. dan alangkah baiknya jika sesama umat muslim ini bisa jadi contoh perdamaian…Allah Ta’ala berfirman: “Tiada kebaikannya sama sekali dalam banyaknya pembicaraan rahasia mereka itu, melainkan orang yang memerintahkan bersedekah, menyuruh berbuat kebaikan serta mengusahakan perdamaian antara seluruh manusia.” (an-Nisa’: 114). Semoga Kita semua mendapat Rahmat dan Hidayahnya, sehingga Ditunjukkan jalan yang benar2 Jalan Orang2 yg di ridhoi. Amin. BAARAKALLAAHULAKUM WALANA..
June 9th, 2011 at 8:39 pm
@embonkngalam: internet bukan ladang maksiat, internet hanya alat / wasilah, internet sebagai wasilah bisa jadi kebaikan jika didukung penuh oleh pemerintah, instansi terkait, institusi pendidikan, masyarakat dan kita semua. Koreksi jika ane salah. Kedua: ente mentafsirkan hadits dlm bulughul maram sesuai pemahaman ente sendiri, bagai mana al asqalani mentafsir hadits itu? he,,he,koreksi ane jika salah. Ane emang kopi tulisan itu dari internet, sebab ada sumbernya, itu karena adab penukilan ilmu harus ilmiyah, kalo ahli hadits menukil hadits itu ada rijalul haditsnya. Terakhir, ane gini-gini juga pernah nginep di pesantren, he…he
June 29th, 2011 at 3:32 pm
Assalamualikum
semua kalian muslim kan??
seharusnya sesama muslim itu diskusi untuk mencari kebenaran,dan bukan mencari kemenangan.kalau kalian para muslimin mau komen dan diskusi itu pakai ilmu jangan pakai emosi karena berbeda apa yang kalian percaya, coba di kaji lagi. saya juga tau bnyak orang yang ibadah hanya mengikuti orang lain yang tanpa tau dalilnya dan berapa banyak orang yang ibadahnya mencari dalil untuk menguatkan kepercayaannya kepada suatu amalan??
dealnya:
penulis => tidak salah
komentator => tidak salah
yang salah apabila kita berbicara tanpa ilmu.
semoga para muslimin di dunia bersatu dan berperan penting dalam era global
jazakumullah khairan katsira
wa alaikumsalam
June 30th, 2011 at 9:10 am
@wisnu: yaa geto deh..
May 15th, 2012 at 5:56 am
Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadis-hadis tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha’if (lemah atau kurang kuat).
Namun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).
Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah mengatakan:
“Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain.”
Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim)
May 22nd, 2012 at 1:57 pm
puasa itu sunnah, yg dilarang puasa adalah pd 2 hari raya dan 3 hari tasrik. insya allah diluar itu gpp. maaf ustad, kalau salah mhn dibenarkan ya